Presiding bishop of the United Evangelical Lutheran Church of Germany, Gerhard Ulrich - RV

Paus Fransiskus bertemu dengan delegasi Katolik dan Lutheran dari Jerman tanggal 18 Desember 2014 dan mendesak mereka untuk terus mengupayakan tujuan persatuan di antara semua umat Kristen. Delegasi itu dipimpin oleh uskup ketua dari Gereja Lutheran Injili Bersatu dari Jerman, Gerhard Ulrich, bersama dengan anggota-anggota Komisi Ekumenis dari Konferensi Waligereja (Katolik) Jerman.

Menurut laporan Philippa Hitchen dari Radio Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan kepada para pemimpin-pemimpin Gereja Jerman itu bahwa kemajuan signifikan dalam dialog antara umat Lutheran dan umat Katolik selama setengah abad didasarkan pada persahabatan yang tulus dan kerjasama yang tumbuh di antara kedua komunitas itu.

“Deklarasi Bersama tentang Doktrin Pembenaran yang ditandatangani 15 tahun yang lalu di kota Bavaria, Augsburg, adalah tonggak yang memungkinkan kita tetap meyakini perjalanan ekumenis yang digambarkan oleh Santo Yohanes Paulus II sebagai tugas penting Gereja Katolik,” kata Paus.

Lonceng-lonceng di semua katedral di seluruh Jerman berdentang bulan lalu untuk merayakan ulang tahun ke-50 dekrit Konsili Vatikan II tentang ekumene. Memperhatikan hal itu, Paus mengatakan bahwa kemajuan masa lalu harus dirayakan, sambil memandang masa depan dengan penuh harapan.

Meskipun tujuan persatuan yang sepenuhnya kadang-kadang tampak keruh karena pandangan-pandangan berbeda tentang sifat Gereja, Paus Fransiskus mengatakan, “kita harus tidak pernah berhenti melainkan tetap fokus pada langkah ke depan berikutnya.”

Dengan senang hati Paus menyaksikan bagaimana komisi dialog bilateral dari konferensi waligereja Jerman dan Gereja Lutheran Injili mengakhiri karya mereka dengan tema Allah dan dan martabat manusia.

Paus melihat bahwa semua pertanyaan mengenai keluarga, perkawinan, seksualitas dan kehidupan manusia merupakan isu-isu penting yang tidak boleh diabaikan karena kuatir akan membahayakan konsensus ekumenis kita.

Akhirnya Paus Fransiskus memandang abad kelima Reformasi yang akan diperingati bersama oleh umat Lutheran dan umat Katolik di tahun 2017, bukan sebagai “perayaan triumfalistik”, tetapi sebagai “pengakuan akan iman bersama kita akan Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi.”

Paus berharap agar acara itu mendorong kita semua, dengan bantuan Allah dan dukungan Roh Kudus, untuk melangkah lebih lanjut menuju rekonsiliasi dan persatuan. (pcp, berdasarkan Radio Vatikan)

1380619_909151012429837_4861450526252706837_n1395169_909151029096502_2510188948376358952_n

2 KOMENTAR

  1. Sedih jika perayaan itu benar2 dirayakan secara bersama….
    membayangkan 500 tahun yang lalu, ada orang galau yang berteriak2 depan Katedral, diminta pertanggungan jawab malah sembunyi di ketiak para petani sekalian mendorong para petani untuk memberontak dan menjarah Gereja, lalu bersembunyi di ketiak bangsawan untuk membantai petani, mendirikan sekte lalu berantem dengan teman2nya sehingga melahirkan sekte baru yang lainnya, rasial terhadap orang Yahudi…..dan 500 tahun kemudian dirayakan bersama kegalauannya.

    apapun itu alasannya…
    Itu sangat menyedihkan.
    tgl 31 Oktober…saat hari raya Halloween…semoga bukan itu waktu yang dipilih untuk perayaan itu. Hari dimana anti Katolik pun merayakannya sebagai ungkapan anti Gereja Katolik.

    kyrie Eleison.
    semoga semua 95 dalil itu sudah selesai di diskusikan sehingga mencapai kata sepakat, ketika perayaan bersama itu dilakukan.

Tinggalkan Pesan