Missionaries

Semua umat Kristen dan “bukan hanya beberapa orang saja” dipanggil untuk memperkuat semangat misionarisnya dan pergi keluar untuk mewartakan sukacita Injil, kata Paus Fransiskus saat berbicara dengan lebih dari 700 peserta Kongres Misionaris Nasional Italia di Vatikan, 21 November 2014.

“Setiap generasi dipanggil untuk menjadi misionaris.” Itulah tema kongres yang didasari oleh panggilan Allah kepada nabi Yunus untuk pergi ke Niniwe dan ajakan agar orang-orang bertobat. Saat merefleksikan tema dari kongres yang diselenggarakan oleh Konferensi Waligereja Italia dan Yayasan Missio itu, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Gereja dipanggil untuk menjadi outbound dan membawa Injil kepada segala bangsa, “tanpa perbedaan.”

Paus mendesak umat Kristen “untuk pergi keluar dan tidak tetap acuh tak acuh terhadap kemiskinan, perang, kekerasan di kota-kota kita, mengabaikan orang tua, tidak mengenal begitu banyak orang yang membutuhkan dan menjaga jarak dengan sesama yang paling kecil di antara kita.”

Umat Kristen, kata Paus, harus “menjadi pekerja untuk perdamaian, perdamaian yang Tuhan berikan kepada kita setiap hari, perdamaian yang sangat dibutuhkan dunia.”

Seraya berseru kepada umat Kristen untuk hidup dalam pengharapan, Paus berkata, “Para misionaris tidak pernah meninggalkan impian akan perdamaian, bahkan ketika mereka menjalani kesulitan dan penganiayaan, yang saat ini kembali sangat terasa.”

Paus Fransiskus mengatakan bahwa menjadi Gereja outbound “berarti mengatasi godaan untuk berbicara di antara kita sendiri dan melupakan banyak orang yang menantikan kata kasih dari kita, kata hiburan, kata harapan.”

Paus mengajak umat Kristen untuk pergi ke pinggiran, seperti Yesus, yang hidup “jauh dari pusat-pusat kekuasaan Kekaisaran Romawi …. Dia bertemu orang miskin, orang sakit, orang kerasukan, orang berdosa, pelacur, dan yang berkumpul di sekeliling-Nya hanyalah sejumlah kecil murid dan beberapa wanita yang mendengarkan Dia dan melayani Dia.”

Paus melanjutkan bahwa “perkataan (Yesus) adalah awal titik balik dalam sejarah, awal revolusi spiritual dan manusiawi, Kabar Gembira dari Tuhan, yang telah mati dan bangkit untuk kita.”

Misi membawa sukacita Injil kepada dunia harus “dipenuhi oleh semua umat Kristen, bukan hanya oleh beberapa orang saja,” tegas Paus. “Panggilan Kristen meminta kita untuk menjadi pembawa semangat misionaris ini sehingga terjadi  ‘pertobatan misionaris’ yang benar dari seluruh Gereja.” (pcp, berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan