Unitatis Redintegratio

Dewan Kepausan untuk Persatuan Umat Kristen memulai sesi pleno empat hari yang akan mencakup perayaan ekumenis ulang tahun ke-50 dokumen Konsili Vatikan II Unitatis Redintegratio, 18 November 2014. Untuk perayaan itu, peserta akan menghadiri doa malam ekumenis di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, 20 November, dan besok harinya menghadiri peringatan publik di Universitas Kepausan Gregoriana, demikian laporan Radio Vatikan.

Dekrit yang diterbitkan tanggal 21 November 1964 itu menandai perubahan besar dalam hubungan Gereja Katolik dengan Gereja-Gereja Kristen lainnya dan menyebabkan pembentukan banyak kelompok dialog yang berupaya mengatasi perpecahan mendalam di antara Gereja-Gereja dan komunitas-komunitas berbeda.

Dalam pembicaraan Philippa Hitchen dari Radio Vatikan dengan presiden Dewan Kepausan untuk Persatuan Umat Kristen, Kardinal Kurt Koch, dijelaskan bahwa dekrit Unitatis Redintegratio menandai pembukaan cara baru dalam melakukan ekumenisme dalam Gereja Katolik, secara resmi memasuki gerakan ekumenis yang lebih luas.

Maka, pada peristiwa ini, lanjut kardinal itu, sangat penting merefleksikan kegiatan ini dan mempertimbangkan dengan cara baru tujuan ekumenisme, serta dialog-dialog dan peluang-peluang berbeda selama 50 tahun terakhir.

Dekrit itu, jelas kardinal, memiliki tiga bagian: pertama menguraikan prinsip-prinsip Katolik yang masih sangat penting bagi umat Katolik saat ini. Bagian kedua tentang praktek ekumenisme, tentang dialog kebenaran dan dialog cinta, dengan ekumenisme spiritual sebagai dasar atau jiwa dari segala pertemuan ekumenis. Bagian ketiga membahas dua perpecahan utama dalam Gereja, antara Timur dan Barat di abad ke-11 dan dalam Gereja Barat di abad ke-16, dan cara-cara berbeda dalam memecahkan masalah-masalah ini. “Ini dokumen indah yang masih sangat relevan untuk kita hari ini,” kata Kardinal Koch.

Ditanya tentang komentar baru-baru ini dari Paus Fransiskus terhadap sekelompok pemimpin Evangelis tentang jangan menunggu teolog-teolog untuk mencapai kesepakatan tentang isu-isu yang memecah Gereja-Gereja, Kardinal Koch mengatakan bahwa sejak awal selalu ada perbedaan antara dialog cinta dan dialog kebenaran.

Paus Fransiskus ingin memperdalam persahabatan dan persaudaraan dengan kelompok-kelompok Evangelis dan ke depan mencari cara-cara baru untuk evangelisasi bersama dan kesaksian bersama, kata kardinal. Maka, “kita tidak bisa menunggu teolog-teolog guna menyelesaikan pekerjaan mereka, tapi harus bekerja bersama sekarang ini menangani persoalan-persoalan krusial yang dihadapi Gereja dan dunia.”

Ditanya apa yang dilihatnya sebagai tanda-tanda harapan yang paling penting saat ini, kardinal itu mengatakan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah tidak adanya visi bersama tentang tujuan dari gerakan ekumenis. “Tapi tanda paling penuh harapan adalah bahwa saat ini gerakan ekumenis benar-benar ada di semua Gereja kita dan ini adalah ‘karunia yang indah,’” kata Kardinal Koch. (pcp)

pope-franics-lwf  der-schweizer-kardinal-kurt-koch-archiv

Tinggalkan Pesan