Uskup-Indonesia-saat-misa-penutupan-di-Paroki-Kemakmuran-e1416034411208

Sidang Tahunan 2014 KWI memutuskan bahwa 7th Asian Youth Day (AYD) tahun 2017 dipisahkan dari Indonesian Youth Day (IYD) 2016. AYD 2017 akan diselenggarakan di Keuskupan Agung Semarang, dan Paus Fransiskus akan diundang untuk menghadiri IYD 2016 di Keuskupan Manado.

Sidang Tahunan 2104 KWI berlangsung di Kantor KWI Jakarta tanggal 3-13 November 2014. Setelah penutupan sidang itu, Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo, seperti dilaporkan oleh Mirifica.net menegaskan bahwa IYD 2016 akan diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, dan bakal melibatkan orang-orang muda dari berbagai keuskupan di seluruh Indonesia.

“Dengan mempertimbangkan banyaknya orang muda yang akan mengikuti peristiwa sukacita tersebut, pada waktu itu kalau memungkinkan Paus akan diundang untuk hadir dalam perayaan tersebut,” kata Mgr Suharyo.

Mgr Suharyo mengagumi Paus Fransiskus yang selalu berbicara mengenai Gereja yang mesti pergi ke pinggiran dan menjadi seperti rumah sakit di medan perang, Gereja yang peduli dengan penderita HIV/AIDS, dengan orang lemah dan cacat, serta orang muda yang seringkali menjadi korban tatanan modern saat ini. “Diharapkan kehadiran Paus dapat memberikan pesan sukacita kepada orang-orang muda,” kata Uskup Agung Jakarta itu.

Sekretaris Jenderal KWI Mgr Johannes Pujasumarta membenarkan rencana itu. “Jika tidak ada halangan berarti, Paus akan diundang ke Indonesia untuk menghadiri perayaan tersebut,” kata Mgr Pujasumarta seraya menjelaskan bahwa hasrat dan keinginan mengundang Paus disambut hangat oleh para uskup. “Namun itu baru sebatas wacana saja, … baru masuk tahapan usulan.”

Menurut Uskup Agung Semarang itu, gagasan mengundang Paus Fransiskus telah disetujui oleh KWI, namun belum ada tindakan lebih lanjut untuk merealisasikan rencana besar  ini. “Namanya undangan, maka belum tentu Bapa Suci akan menyetujui dan berkenan hadir dalam pesta iman di kalangan OMK Indonesia tersebut.”(pcp)

1 komentar

Tinggalkan Pesan