aasia

Seorang perempuan beragama Katolik yang dihukum mati di Pakistan karena diduga melanggar undang-undang penghujatan negara itu minta kepada Paus Fransiskus untuk mendoakannya, seraya mengatakan bahwa dia mempercayakan hidupnya ke dalam rencana Allah.

“Paus Fransiskus, saya putrimu, Asia Bibi. Saya mohon kepadamu: doakanlah saya, doakan keselamatanku dan kebebasanku. Pada titik ini saya hanya bisa mempercayakan (diriku) kepada Allah Yang Mahakuasa yang bisa melakukan apa saja untuk saya,” kata Bibi seperti dilaporkan oleh EWTN News/CNA dari Kota Vatikan, 28 Oktober 2014.

Dalam surat kepada Bapa Suci, yang diterima dan dipublikasikan oleh Vatikan Insider, dengan tulus hati Bibi meminta Paus untuk mendoakannya, seraya menyuarakan kepercayaannya kepada Tuhan.

Tanggal 16 Oktober 2014, Pengadilan Tinggi Lahore menolak permohonan banding Bibi terhadap hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya. Bibi dihukum berdasarkan undang-undang penghujatan yang ketat di Pakistan tahun 2010. Dia diduga mengeluarkan komentar yang menghina Nabi Muhammad saat berdebat dengan seorang perempuan Muslim.

Dia telah membantah tuduhan itu, dan mengatakan kasus ini bermula dari argumen dia dengan seorang perempuan Muslim tentang air minum. Dalam audiensi umum tanggal 17 November 2010, Benediktus XVI mendesak agar dia diberikan “kebebasan penuh … sesegera mungkin.”

Para pengacara yang membela Bibi memperingatkan bahwa umat Muslim lokal yang berpengaruh menekan pengadilan untuk menegakkan hukuman mati. Undang-undang penghujatan Pakistan dikatakan sering digunakan untuk menyusahkan kaum minoritas.

Para pengacaranya sekarang berniat untuk menyerahkan kasusnya ke Mahkamah Agung Pakistan dalam tempo yang ditentukan yakni 30 hari.

“Saya teguh memegang iman Kristen saya dan percaya bahwa Allah Bapaku akan membela saya dan mengembalikan kebebasan saya,” kata Bibi dalam suratnya. “Saya juga percaya kepadamu, Bapa Suci Fransiskus, dan percaya pada doa-doamu.”

Bibi juga menulis, “Paus Fransiskus, saya tahu Engkau mendoakan saya dengan segenap hatimu. Saya tahu bahwa berkat doamu, saya bisa dibebaskan. Dalam nama Bapa Yang Maha Kuasa dan kemuliaan-Nya, saya berterima kasih atas dukunganmu pada saat penderitaan dan kekecewaan ini.”

Satu-satunya harapan Asia Bibi adalah bisa melihat keluarganya menyatu kembali dan bahagia kembali di suatu hari. “Saya percaya bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan saya dan bahwa Dia memiliki rencana kebahagiaan dan kesejahteraan bagi saya, yang akan segera menjadi kenyataan. Saya berterima kasih kepada semua orang Kristen di seluruh dunia yang berdoa bagi saya dan melakukan segala sesuatu untuk membantu saya.”

Bibi juga berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Renaissance di Lahore yang kini memberikan dukungan bagi suami dan keluarganya.

“Semoga Tuhan menerangi dan membawa kebijaksanaan bagi semua orang yang bekerja untuk kasus saya,” tulis Bibi. (diterjemahkan oleh pcp dari EWTN News, Global Catholic Network)

 

Tinggalkan Pesan