Gereja Stasi Santa Maria KBI

Karena rahmat Kristus, cinta kasih Allah, berkat karunia Roh Kudus, dan bantuan umat beriman di tempat lain, umat beriman Cikampek membangun gereja, bagaikan di padang gurun. Allah yang hadir dan setia dari semula, mengulurkan tangan dalam tujuh hari karya ciptaan, sungguh terasa, dan iman diteguhkan. Perjalanan iman selalu dihadirkan dalam karya kasih tujuh sakramen yang kudus melalui rumah doa ini.

Seperti itu ungkapan iman yang disampaikan Ketua Panitia Pembangunan Gereja Stasi Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta, Wanwan Haryono, kepada Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC di depan Gereja Stasi Santa Maria Kota Bukit Indah (KBI) Purwakarta, sebelum uskup, para imam dan umat memasuki gereja untuk ditahbiskan, 12 Oktober 2014. Stasi itu dikenal dengan Stasi Cikampek.

Didampingi oleh Adhi Indrawan, Presiden Direktur PT Besland Pertiwi, pengembang Kota Industri KBI yang menghibahkan tanah 5000 meter persegi tempat gereja itu berdiri, serta oleh arsitek Agustinus Sutanto, Wanwan menyatakan, semua peristiwa iman umat terungkap dalam bentuk tujuh gunungan atap gereja itu, “untuk menjadi tanda nyata kehadiran Allah yang menyapa setiap jiwa yang menatapnya.”

Diakui masih banyak pekerjaan harus diselesaikan, namun telah siap untuk perayaan Ekaristi. “Kami hendak menyerahkan gereja ini kepada Yang Mulia agar gereja dan altar baru ditahbiskan,” lanjut Wanwan seraya menyerahkan dokumen-dokumen terkait pembangunan gereja.

Uskup Bandung dengan tongkat gembalanya lalu mengundang umat masuk dalam gereja. Kepala Paroki Salib Suci Purwakarta Pastor Paulus Tri Prasetijo Pr dan vikarisnya Pastor Mikael Adi Siswanto Pr membuka gerbang gereja, kemudian uskup bersama Vikaris Jenderal Keuskupan Bandung Pastor Yustinus Hilman Pujiatmoko Pr serta 10 imam lain memasuki gereja diikuti lebih dari 1000 tamu undangan, umat Paroki Purwakarta dan Stasi Cikampek.

Setelah ritus pembukaan, Mgr Subianto memercikkan air suci atas umat dan dinding-dinding bangunan gereja, panti imam dan altar. Setelah Litani Orang Kudus dan sebelum persembahan, uskup mengurapi altar dan dinding gereja, mendupai dan menerangi altar dan gereja.

Dalam homili, uskup menyinggung motivasi umat yang datang ke gereja. Selain sebagai peziarah yang mencari Tuhan dengan persiapan diri sebelum ke gereja, uskup mengamati ada yang datang sebagai pengembara yang hanya mencari sudut enak lalu beristirahat di gereja, sebagai pebisnis yang tetap berbisnis di gereja dengan sms dan bbm, sebagai turis dengan topi, celana pendek dan kaus yang hanya melihat-lihat orang dan gedung gereja, serta sebagai teroris yang mengganggu orang lain dalam gereja.

Uskup berharap Misa penahbisan itu menjadi Misa rekonsiliasi bagi yang merasa tersinggung, tidak dilibatkan, terpaksa dan terbenani dalam pembangunan gereja atau panitia pembangunan.

Stasi Cikampek yang dulu merayakan Misa di rumah umat kemudian di dua gudang kawasan KBI kini memiliki gereja yang menampung 1000 orang. Selain simbol Tujuh Sakramen dalam tujuh gunungan atap, gereja yang memiliki denah salib, dinding berongga, dan glass block transparan, juga memiliki permainan cahaya alami yang menembus dari luar gedung.

10 tahun lebih Stasi Cikampek menantikan gereja. Panitia pembangunan dibentuk tahun 2002. Ijin prinsip dan IMB diterima 8 April 2009. Namun karena desakan sebuah ormas, maka tanggal 19 Oktober 2009 Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mencabut IMB itu. Setelah memenangkan gugatan terhadap bupati baik di PTUN Bandung bahkan Pengadilan Tinggi Jakarta, pembangunan diteruskan setelah batu pertama diletakkan oleh bupati itu. Misa pertama di lantai satu yang sebenarnya untuk aula dan sarana pastoral dirayakan 29 April 2012. Sedangkan Misa pertama di gereja baru itu dirayakan pada Pesta Nama Stasi Santa Maria Cikampek, 7 September 2014.

Sesudah Misa, Mgr Subianto berterima kasih kepada donatur. Menurut catatan, modal awal pembangunan saat panitia terbentuk tahun 2002 hanya 400 juta rupiah, yang langsung habis untuk IMB dan pembuatan pagar. Setelah kemenangan di pengadilan, saldo hanya 30 juta. “Lalu yang memberi semangat adalah sumbangan 1 milyar dari Pastor Leo van Beurden OSC dari Katedral Bandung. Sejak itu muncul sumbangan-sumbangan lain. Terima kasih untuk semua donatur dan umat yang selalu memberi kolekte kedua sampai sekarang. Dari 5 roti dan 2 ikan akhirnya terkumpul dana cukup banyak,” kata Pastor Hilman, mantan Kepala Paroki Purwakarta dan Stasi Cikampek, yang ikut proses pengadilan dan yang memulai pembangunan gereja itu. Tapi menurut laporan keuangan Oktober 2014, dana yang digunakan untuk pembangunan sudah lebih dari 10 milyar rupiah.

Atas nama sekitar 1200 umat Stasi Cikampek, Wakil Ketua Dewan Pastoral Stasi Petrus Luwaryono bersyukur atas kemurahan hati donatur, khususnya PT Besland Pertiwi yang membuat “kita dapat merasakan indahnya Misa di gudang dan indahnya Misa di gedung gereja baru.”

Pastor Tri berterima kasih untuk berbagai cara yang dilakukan para imam sebelumnya, donatur dan umat sehingga gereja terwujud. “Semoga Gereja megah ini menumbuhkan iman dan kasih persaudaraan, dan umat semakin meneladani Maria dengan segala kerendahan hati dan iman yang sungguh mendalam.”

Pastor Agustinus Made OSC berharap gereja yang dibangun susah payah itu membantu umat membangun kerukunan, saling percaya, rendah hati, saling mencintai. “Tak tak ada gunanya membangun gereja indah dan bagus kalau tidak ada saling percaya di antara umat sendiri,” kata pastor yang membentuk panitia pembangunan gereja itu.

Menurut Adhi Indrawan, dia biasa-biasa saja saat mendengar umat menggunakan gudang sebagai gereja, juga ketika mendengar IMB dicabut, karena dia tidak pernah merasakan getaran umat Cikampek. “Tapi sejak tadi pagi, sebagai umat Katolik saya merasakan energi dan suka cita besar serta doa dan harapan, yang bisa kita kembangkan. Saya akan tetap mendukung stasi ini,” kata Indrawan seraya meminta uskup, para imam dan umat Stasi Cikampek untuk berdoa bagi KBI, pemiliknya dan semua yang ada di kawasan itu supaya boleh menjadi berkat bagi banyak orang.

Indrawan menyerahkan sertifikat tanah kepada Keuskupan Bandung. Mgr Subianto menerima sertifikat yang mereka tandatangani bersama di depan umat dan berterima kasih atas kemurahan hati perusahaan itu. “Kita juga mendengar bahwa PT Besland Pertiwi akan memberi tanah lagi 5000 meter persegi,” kata uskup seraya menegaskan bahwa uskup bersama umat akan mendoakan perusahaan itu dan keluarga Indrawan, “karena sungguh dari PT Besland Pertiwi berkat Tuhan dialami bukan saja oleh Gereja Katolik tapi juga masyarakat.”

Uskup kemudian menandatangani prasasti penahbisan gereja dan menyerahkan Buku Baptis kosong kepada Pastor Tri.

Berbagai hiburan ditampilkan anak-anak BIA, OMK, serta lingkungan. Umat dari suku Batak kemudian monortor bersama uskup dan para imam untuk menambah dana pembangunan gereja. (paul c pati)

IMG_6149 IMG_5918

 

Tinggalkan Pesan