Gereja BTN Kolhua

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr mengatakan pemerintah atau gubernur, bupati dan wali kota wajib membantu Gereja sebagai bagian dari tugas pelayanan kemasyarakatan. “Pasalnya, Gereja dalam karya pewartaannya, ikut melaksanakan tugas pemerintah, bahkan mengambil alih untuk memandirikan masyarakat.”

Mgr Turang berbicara saat menahbiskan Gereja Stasi Fransiskus dari Asisi di Kolhua, Kota Kupang, tanggal 4 Oktober 2014. Misa penahbisan itu dihadiri oleh 22 imam, Gubernur NTT Frans Leburaya, Wali Kota Kupang Jonas Salean, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi, Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marselinus, dan sekitar seribu umat setempat.

Mgr Turang mencontohkan keterlibatan pemerintah, terutama dalam membangun fisik gedung gereja,  di salah satu daerah di Kalimantan. Menanggapi permintaan itu, Gubernur NTT menyanggupi bantuan untuk merampungkan bagian luar gedung gereja yang baru ditahbiskan itu serta item lain yang belum diselesaikan. Gubernur juga meminta Wali Kota Kupang untuk membantu membangun sistem drainase di jalan masuk ke area gereja itu.

Gedung gereja Fransiskus dari Asisi di Kolhua itu dibangun secara swadaya oleh umat. Penahbisan ditandai dengan pemercikan air berkat oleh Uskup Turang, sementara peresmian dilakukan oleh Gubernur NTT dengan penandatanganan prasasti dilanjutkan dengan penyerahan kunci kepada Pimpinan Stasi Kolhua Pastor Frederik Simon Tamelab Pr.

Sebelum mengakhiri sambutannya uskup mengumumkan peningkatan status Stasi Fransiskus dari Asisi Kolhua menjadi Paroki Fransiskus dari Asisi Kolhua. Sebelumnya stasi ini masuk wilayah Paroki Sancta Familia Sikumana. Paroki baru itu secara resmi berdiri sendiri di awal tahun 2015 dengan membawahi beberapa stasi terdekat seperti Belo, Noelsinas, Kuaputu, Nefonaek, dan Bone.

Paroki Fransiskus dari Asisi Kolhua menjadi paroki ke delapan di Kota Kupang setelah Paroki Kristus Raja Kupang, Paroki Santo Yoseph Naikoten, Paroki Santa Maria Asumpta Kota Baru, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Paroki Sancta Familia Sikumana, Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, dan Paroki Santo Mathias Rasul Tofa. (Thomas A Sogen)

Tinggalkan Pesan