_77813520_024054063

Setelah dengan cermat memeriksa temuan yang diperoleh dari Visitasi Apostolik yang dilakukan Kongregasi untuk Para Uskup dan Kongregasi untuk Para Imam terhadap Uskup Ciudad del Este, Paraguay, Mgr Rogelio Ricardo Livieres Plano, serta keuskupan dan seminari-seminari di Ciudad del Este, Paus Fransiskus memutuskan untuk memberhentikan uskup itu.

Paus kemudian mengangkat Uskup Villarrica del Espiritu Santo Mgr Ricardo Jorge Valenzuela Rios sebagai Administrator Apostolik untuk keuskupan yang sekarang kosong itu, demikian laporan yang diterima dari Radio Vatikan tanggal 25 September 2014.

Keputusan penting yang diambil oleh Tahta Suci dengan mempertimbangkan persoalan pastoral yang serius itu adalah demi kebaikan yang lebih besar dan persatuan Gereja Ciudad del Este dan persekutuan uskup di Paraguay.

Dalam melaksanakan pelayanannya sebagai “asas dan dasar kekal dan nyata dari kesatuan para uskup dan umat beriman” (LG 23), Bapa Suci meminta klerus dan semua umat Allah di Ciudad del Este untuk menerima keputusan Takhta Suci dengan semangat ketaatan, kepatuhan dan hati yang terbuka yang dibimbing oleh iman.

Selain itu, Bapa Suci mengajak segenap Gereja Paraguay, yang dipimpin oleh para gembalanya, untuk melakukan proses rekonsiliasi yang serius serta mengatasi setiap perselisihan dan perpecahan, sehingga wajah Gereja yang satu “yang diperoleh dengan darah Anak-Nya sendiri” tidak terluka dan “kawanan Kristus” tidak kehilangan sukacita Injil (Kis 20: 28).

Uskup Paraguay yang konservatif dari Opus Dei itu dituduh melindungi seorang imam yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak muda di Amerika Serikat.

Setelah terjadi serangkaian skandal yang melanda Gereja di sejumlah negara selama bertahun-tahun di seluruh dunia, Paus Fransiskus kelahiran Argentina itu memang berikrar tidak akan memberikan toleransi terhadap klerus Katolik Roma yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Menurut laporan-laporan oleh media Katolik, ketika penyelidikan Vatikan sedang berlangsung, Livieres Plano mengangkat seorang imam di keuskupannya yang telah dituduh melakukan pelecehan seksual saat bertugas di Amerika Serikat.

Laporan-laporan itu menulis bahwa seorang uskup Amerika Serikat mengatakan kepada pejabat Gereja Paraguay bahwa imam yang diangkat itu merupakan “ancaman serius bagi anak-anak muda.”

Livieres Plano membela dirinya dan membela imam yang diangkatnya itu dengan mengatakan bahwa tuduhan terhadap mereka itu tidak beralasan.

Menurut catatan, uskup Opus Dei yang diberhentikan itu terkenal di Gereja Paraguay dan sering bentrok dengan para imam yang lebih progresif.(pcp)

Tinggalkan Pesan