Paus dan Pastor Jorge Hernandez

Paus Fransiskus menerima kepala paroki Gaza, Pastor George Hernandez, dalam audiensi pribadi tanggal 29 Agustus 2014, dan mengungkapkan kepada imam itu kedekatannya dengan orang-orang yang menderita di wilayah yang dilanda perang, demikian Radio Vatikan dari Kota Vatikan di hari itu.

Dalam pertemuan selama 45 menit, imam yang juga berasal dari Argentina itu mengatakan kepada Bapa Suci bahwa Patriarkat Latin Yerusalem yang diikutinya membuka paroki dan sekolah-sekolah di Gaza bagi para pengungsi yang rumahnya hancur dalam konflik baru-baru ini.

Permusuhan antara Israel dan Hamas berakhir 26 Agustus 2014 setelah tujuh minggu serangan roket dilancarkan oleh Hamas terhadap Israel dan serangan udara balasan Israel ke wilayah Palestina. Konflik itu mengakibatkan 2.000 orang tewas, sebagian besar warga sipil Palestina dan banyak anak-anak.

Menurut “Portland Trust” yang memantau ekonomi Palestina, konflik baru-baru ini merusak parah pembangkit tenaga listrik yang penting dan mengakibatkan terjadinya “situasi kritis” berkaitan dengan air, sanitasi dan kebersihan. Sebanyak 40 persen penduduk tidak dapat mengakses aliran air.

Laporan Trust 27 Agustus 2014 mengatakan, 15 dari 32 rumah sakit Gaza rusak dan 9 masih ditutup. Komisi Independen untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, 60.000 rumah rusak atau hancur seluruhnya. Dewan Ekonomi Palestina untuk Pembangunan dan Rekonstruksi memperkirakan biaya pembangunan kembali rumah yang hancur dan infrastruktur dasar lainnya lebih dari 1,7 milyar dolar AS.

Berbicara kepada Radio Vatikan edisi Italia, Pastor Hernandez mengatakan bahwa pertemuan dengan Paus merupakan sebuah “karunia.”Pertemuan itu bukanlah pertemuan pertama mereka. “Sebaliknya,” kata imam itu, “selama perang, Paus Fransiskus selalu dekat dengan kami.”

Misionaris Argentina itu mengatakan bahwa Paus Fransiskus mendorong umat Katolik kecil itu “untuk menjadi garam dunia di tanah Gaza.” Imam itu sangat tersentuh dengan pesan kesaksian Kristiani dari Paus. Umat Katolik Gaza, kata imam itu, memiliki panggilan khusus untuk memberi kesaksian tentang Yesus Kristus di daerah yang sebenarnya menjadi kampung halaman Yesus, “tanah yang melihat Dia menderita, tanah yang melihat Dia sekarat … tapi juga tanah yang melihat Dia bangkit.”

Pastor Hernandez mengatakan kepada Radio Vatikan bahwa umatnya berharap gencatan senjata saat ini antara pasukan Israel dan Palestina akan bertahan. “Coba lihat penderitaan kedua bangsa itu!” kata imam itu. “Satu hal perlu dipahami… dengan perang, tak seorang pun menang. Tidak ada! Masing-masing pihak harus membayar konsekuensinya. Akhirnya, tidak ada keuntungan dari perang, kami semua kalah. Kami berharap Tuhan memberkati kami dengan kekuatan untuk memulai lagi dari awal.”

Guna membangun perdamaian abadi, kata Pastor Hernandez, penting membangun perdamaian dengan keadilan. “Perdamaian menuntut pengorbanan, namun itu mungkin.”

Selanjutnya Pastor Hernandez berterima kasih kepada orang-orang di seluruh dunia yang telah begitu dekat dengan umatnya saat mereka berada dalam cobaan beberapa pekan terakhir, khususnya yang sakit, “yang telah memberikan penderitaan mereka, doa dan permohonan mereka untuk perdamaian.”

Imam itu mengatakan bahwa umat Katolik dari Paroki Gaza sering mengenang orang-orang yang berdoa bagi mereka, dalam Misa, dalam doa Rosario, dan Adorasi Ekaristi. “Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih, dan Tuhan memberkati kalian,” kata imam itu.

Pastor Hernandez mengunjungi Paus setelah mengadakan kunjungan singkat ke Patriarkat Latin di Yerusalem tanggal 27 Agustus 2014. Di sana imam itu bertemu dengan beberapa pejabat patriarkat itu.(Diterjemahkan dari Zenit.org oleh paul c pati)

Fr. Jorge Hernandez

Tinggalkan Pesan