P1150842

Dalam Misa HUT Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) ke-60 di Kerep, Ambarawa, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang (KAS) Pastor Fransiskus Xaverius Sukendar Wignyosumarta Pr mengajak umat Katolik membuat  kehidupan mereka satu sama lain menjadi tanda berkat dan kehadiran mereka satu sama lain tidak menjadi ancaman.

Misa HUT itu dirayakan bersamaan dengan peringatan Pesta Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga tanggal 15 Agustus 2014. Dalam homilinya, Pastor Sukendar mengatakan bahwa umat Katolik “diundang untuk membangun Indonesia yang lebih baik dalam konteks persatuan Indonesia.”

Imam itu juga menyampaikan bahwa KAS akan menyelenggarakan Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman. “Nanti di akhir bulan Oktober, tanggal 24-26 Oktober, di Kompleks Misi Muntilan, Keuskupan Agung Semarang akan mengadakan Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman,” kata imam itu di hadapan lebih dari 3000 umat yang hadir.

Menurut imam itu, perjumpaan antara dua orang beriman Bunda Maria dan Bunda Elisabeth yang dikisahkan dalam bacaan Injil waktu itu, tidak menjadi halangan. “Kita di Indonesia hidup dalam konteks Pancasila, negeri kita yang membawa kepada kesatuan Indonesia yang memungkinkan kita dari aneka macam suku, budaya dan bahasa serta juga aneka macam kepercayaan kita bisa berdamai, kita bisa menjadi tanda berkat.”

Misa yang dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Pujasumarta dengan 14 imam konselebran bertema “Bersama Bunda Maria, Berikan Tanganmu untuk Melayani dan Berikan Hatimu untuk Mencintai.” Berdasarkan tema itu, lanjut Pastor Sukandar, umat Allah KAS yang beriman cerdas tangguh dan misioner dipanggil untuk membangun persaudaraan sejati lintas iman.

Sepulang Gua Maria Kerep Ambarawa itu, imam itu berharap agar umat “menjadi duta-duta damai, menjadi tanda berkat bagi komunitas-komunitas kita, menjadi berkat bagi keluarga-keluarga dan orang-orang yang kita cintai.”

Pastor Sukendar juga menegaskan supaya umat Katolik menjadi tanda berkat satu sama lain. “Hidup yang tidak menjadi ancaman bagi orang lain karena berkat Tuhan yang memampukan kita untuk mewujudkan itu semua. Bunda Maria menjadi teladan bagi kita semua,” tegas imam itu.

Usai homili, pengurus GMKA periode 2014-2017 dilantik oleh Mgr Johannes Pujasumarta. Sebelum dilantik mereka menyatakan kesediaan dan komitmen mereka. Salah satu komitmen berbunyi : bersedia mengambil bagian bagian dalam hidup Kristus sebagai imam, nabi, raja dan gembala untuk mengembangkan paguyuban-paguyuban doa yang berpengharapan, bersahabat dengan Allah, mengangkat martabat pribadi manusia, dan melestarikan keutuhan.

Ketua pengelola GMKA RC Yunarto Kristantoro mengatakan bahwa pengurus GMKA akan bekerja dengan kemampuan penuh, agar GMKA semakin maju, semakin baik, dan berguna bagi masyarakat Katolik maupun yang di luar Katolik.

Sebelum perayaan Ekaristi, para pengunjung melakukan prosesi lilin dengan berjalan kaki mengitari kompleks GMKA dan menyalakan lilin. Dalam prosesi lilin itu, para pengunjung berdoa Rosario peristiwa terang.(Lukas Awi Tristanto)

Tinggalkan Pesan