P

Ketika memberikan sambutan kepada sekitar 50.000 putra-putri altar berbahasa Jerman yang berziarah selama seminggu di Roma, Paus Fransiskus meminta agar mereka tidak salah menggunakan kebebasan mereka dan menggunakan semangat besar mereka untuk mengembalikan mereka yang terasing dari Tuhan.

“Anak-anak lelaki dan perempuan yang terkasih, jangan salah menggunakan kebebasan kalian!” kata Paus Fransiskus kepada anak-anak berusia 13 hingga 27 tahun yang mewakili keuskupan-keuskupan di Jerman serta dari keuskupan-keuskupan di Wina, Swiss, Lithuania dan Italia bagian utara.

Kepada anak-anak muda yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus tanggal 5 Agustus malam, Paus meminta agar mereka tidak merusak martabat besar mereka sebagai anak-anak Allah. “Jika kalian mengikuti Yesus dan Injil-Nya, kebebasan kalian akan mekar laksana tanaman bunga, dan akan menghasilkan buah yang baik dan berlimpah!” harap Paus.

Seraya menggemakan tema ziarah tahun ini, “Bebas! Karena Itulah Hak untuk Berbuat Baik,” Paus Fransiskus berbicara tentang kebebasan dalam doa malam serta sambutannya, demikian laporan  Deborah Castellano Lubov dari Zenit.org dari Kota Vatikan, tanggal 6 Agustus 2014.

Paus memimpin doa malam itu pada pukul 18:30, kemudian ketua Konferensi Waligereja Jerman yang juga Uskup Agung Munich dan Freising Kardinal Reinhard Marx menyalami mereka. Paus Fransiskus kemudian memberikan sambutan seraya menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepadanya terutama oleh orang muda Katolik Jerman.

Paus orang Argentina itu menekankan bahwa Allah telah menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Bapa yang baik, yang akan selalu melindungi anak-anak-Nya.

“Dan bagaimana Dia melakukan hal ini? Bagaimana Dia melakukan hal itu?” tanya Paus. “Dia  melakukannya melalui Inkarnasi Putranya-Nya, yang menjadi sama dengan kita. Melalui pria berwujud yang bernama Yesus ini, kita dapat memahami apa yang sebenarnya Allah kehendaki. Dia menginginkan manusia-manusia yang bebas, karena mereka selalu merasa dilindungi sebagai anak-anak dari seorang Bapa yang baik.”

Berpaling kepada Maria, Bapa Suci mengatakan bahwa Maria mempunyai kebebasan untuk memutuskan ya atau tidak atas permintaan Allah kepadanya, dan dia menggunakan kebebasannya untuk mengatakan ya. “Maria benar-benar bebas. Dalam kebebasannya, dia mengatakan ‘ya’,” tegas Paus. “Kalau kita ingin tahu apa yang Tuhan harapkan dari kita, anak-anak-Nya,” kata Paus, “Marilah kita mengikuti teladan Maria.”

Ketika berbicara tentang misi kaum muda, Paus mengatakan bahwa semua orang memiliki misi untuk membangun kebaikan bersama dan orang Kristiani memiliki tanggung jawab tambahan: menjadi ‘saluran’ yang menyebarkan kasih Yesus.

“Dan tentang misi ini,” lanjut Paus, “kalian anak-anak remaja dan orang muda memiliki peran khusus: kalian dipanggil untuk berbicara tentang Yesus kepada teman-teman sebaya kalian, tidak hanya dalam komunitas paroki atau dalam perhimpunan kalian, tetapi terutama di luar.”

Ini sangat penting, jelas Paus, karena “dengan keberanian kalian, antusiasme kalian, spontanitas dan kemudahan perjumpaan kalian dapat lebih mudah menggapai pikiran dan hati dari orang-orang yang terasing dari Tuhan.”

Bapa Suci mengatakan bahwa mereka dipanggil untuk menjadi “pelaku-pelaku utama yang penuh kegembiraan dalam Gereja-Nya, siap berkomunikasi dengan teman-teman kalian apa yang telah Dia komunikasikan kepada kalian,” terutama belas kasihan-Nya.(pcp)

Tinggalkan Pesan