P1150811

SMP Pangudi Luhur Wedi semakin mengobarkan citra sebagai sekolah Katolik yang mewartakan Kabar Gembira, menjadi terang bagi banyak orang, sehingga Allah semakin dimuliakan, semakin  ditinggikan, dan kita semakin direndahkan.

Kepala Kantor Yayasan Pangudi Luhur Pusat, Bruder Gregorius Bambang Nugroho FIC menyampaikan hal itu dalam perayaan ulang tahun ke-50 SMP Pangudi Luhur Santo Alfonsus di Wedi, Klaten, 2 Agustus 2014.

“Tuhan telah mendampingi dan berkarya untuk perjalanan SMP Pangudi Luhur Wedi lewat tangan-tangan kasih dan tangan-tangan dari Tuhan yang telah mendampingi bapak-ibu guru dan karyawan, yang telah mencucurkan keringatnya di SMP Pangudi Luhur ini, baik yang telah purna tugas maupun yang sekarang masih berkarya di tempat ini,” kata Bruder Bambang.

Tangan-tangan kasih tersebut, menurutnya, adalah saluran rahmat yang perlu disyukuri bersama untuk selanjutnya terus diperjuangkan dengan ketulusan dan ketotalan di dalam pengabdian bersama. “SMP Pangudi Luhur Wedi adalah salah satu lembaga yang membantu reksa pastoral Gereja Keuskupan Agung Semarang untuk hadir di Paroki Wedi ini. Tentu kami berharap supaya SMP Pangudi Luhur Wedi tidak hanya hidup 50 tahun, tetapi tetap eksis terus,” kata bruder.

Untuk menjaga eksistensi itu, Bruder Bambang berharap supaya SMP Pangudi Luhur Wedi terus-menerus dipromosikan dengan mengajak cucu, anak, keponakan, teman, adik, umat Paroki  Wedi untuk belajar di SMP Pangudi Luhur Wedi.

Menurut Bruder Bambang, selama ini banyak lulusan SMP Pangudi Luhur yang memiliki pribadi yang mantap dan berkarakter. “Dan ini sudah terbukti, para lulusan Pangudi Luhur telah berkiprah di manapun berada dengan menjadi apapun,” kata bruder.

Bruder Bambang berharap supaya rahmat Tuhan yang melimpah dalam menaungi perjalanan SMP Pangudi Luhur Wedi juga harus disertai rasa memiliki dari para alumni yang selama ini telah berkarya, di manapun berada, dengan menjadi apapun, untuk kembali ke sekolahnya.

“Kembali untuk mengingat apa yang telah diperoleh dari sekolah ini dengan kontribusi nyata, dari ide-ide kreatif bahkan sampai pada uluran tangan yang riil,” termasuk untuk siswa-siswi yang tidak mampu membayar biaya pendidikannya, kata bruder.

Pendidikan, menurut Bruder Bambang, selalu berubah, dinamikanya tidak menentu. Maka, lanjut bruder, para penyelenggara pendidikan harus cepat berpikir dan cepat bertindak. “Untuk itu ke depan dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya pintar tetapi juga mempunyai hati, mempunyai Panca Daya, daya spiritualnya, daya intelektualnya, daya emosionalnya, daya sosialnya dan daya fisikalnya sehingga menjadi sesuatu yang utuh dan lengkap,” ungkap bruder.

Sekolah Katolik Pangudi Luhur, lanjut bruder, juga harus setia kepada bangsa dan negara, setia kepada Gereja, maupun  kepada para pendahulu.

Perayaan 50 tahun SMP Pangudi Luhur Wedi dilakukan dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh empat imam lulusan Pangudi Luhur Wedi dari berbagai angkatan seperti Pastor Paulus Agung Wijayanto SJ (lulusan 1978), Pastor Stefanus Bagus Adriyanto SJ (lulusan 1995), Pastor Rosarius Sapto Nugroho Pr (lulusan 1985), dan Pastor FX Cahyo Handoko Pr (lulusan 1989). Perayaan pesta emas itu dihadiri sekitar 500 tamu, baik alumni, siswa, guru, karyawan, maupun perangkat aparat desa.

Dalam kesempatan itu, para pastor berkisah tentang pengalamannya mengenyam pendidikan di sekolah itu. Pastor Agung mengatakan perayaan 50 tahun bukan hanya dimaknai sebagai bertambahnya usia dalam urutan waktu (kronos), melainkan dimaknai sebagai kesempatan rahmat (khairos).

“Maka, mari kita pergunakan bersama, sebagaimana Tuhan telah memberikan rahmatnya, memberi kesempatan pada kita untuk belajar di tempat ini, untuk dilatih, digembleng, ditumbuhkan di dalam sekolah yang sama dan kita diberi kesempatan rahmat lagi oleh Tuhan untuk menjadi terang, cahaya, kabar gembira bagi siapa saja,” kata imam itu.

Pastor Agung menegaskan, para alumni telah menerima kemurahan hati dari para bruder, bapak-ibu guru dan dari siapa saja yang terlibat di dalam pendidikan, maka para alumni juga belajar untuk bermurah hati kepada siapapun juga.

Dalam sharing, alumni angkatan pertama, tahun 1964, Laksamana Joko Susanto, mengatakan pentingnya membina jasmani, jiwa dan roh. Menurutnya, ketiganya harus dibina secara seimbang supaya menjadi manusia yang utuh.

Sedangkan kepala SMP Pangudi Luhur Wedi, Bruder Valentinus Vembrianto FIC berpesan supaya para alumni menjadi garam dan terang dunia. “Mari kita wartakan kebaikan Tuhan, mari kita wartakan keunggulan-keunggulan yang kita miliki di tempat ini kepada masyarakat, khalayak, entah di manapun kita berada.”(Lukas Awi Tristanto)

 

 

Tinggalkan Pesan