A Syrian child cries during the UN-led evacuation of thousands of civilians from the besieged city of Homs, on February 12, 2014

Dalam sambutan Doa Angelus di hari Minggu tanggal 27 Juli 2014, Paus Fransiskus mengeluarkan seruan tulus atas nama anak-anak korban perang di dunia, dan kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan Ukraina, seperti dilaporkan oleh Zenit.org dari Roma.

Mengenang tanggal 28 Juli 2014 sebagai hari peringatan 100 tahun pecahnya Perang Dunia Pertama, Paus mengatakan, “Saya berpikir tentang anak-anak, yang tidak lagi memiliki harapan akan hidup layak dan akan masa depan: anak-anak yang mati, anak-anak yang terluka, anak-anak cacat, anak-anak yatim, anak-anak yang menggunakan sisa-sisa perang sebagai mainan, anak-anak yang tidak tahu cara tersenyum.”

Paus lalu memohon, “Tolong hentikan!” Dengan emosi yang nampak di wajahnya, Paus menambahkan, “Saya meminta dengan sepenuh hati, sekaranglah saatnya untuk berhenti! Tolong hentikan!”

Paus mengatakan bahwa pikirannya “bertolak ke tiga daerah krisis: Timur Tengah, Irak dan Ukraina.”

Paus meminta umat beriman untuk terus ikut berdoa bersama dia agar yang berkuasa teguh dalam “dialog dan negosiasi serta dan kuat dalam rekonsiliasi.” Paus berharap agar “kepentingan khusus tidak dikemukakan” dalam setiap keputusan, “melainkan kepentingan umum dan hormat pada setiap orang.”

“Ingatlah bahwa semua hilang karena perang, dan tidak ada yang hilang karena perdamaian,” kata Bapa Suci yang disambut tepuk tangan.

Paus Benediktus XV melukiskan Perang Dunia Pertama sebagai “pembantaian yang tak ada gunanya.”  Mengenang pernyataan itu, Bapa Suci mengatakan bahwa dia berharap agar “kesalahan masa lalu tidak akan terulang, tapi bahwa pelajaran-pelajaran dari sejarah diperhitungkan, sehingga tuntutan perdamaian lewat dialog yang sabar selalu dimenangkan.”(pcp)

Keterangan foto:  Seorang anak Suriah menangis saat evakuasi ribuan warga kota Homs yang sudah terkepung tanggal 12 Februari 2014, Foto AFP

Tinggalkan Pesan