DSCN3929

Ciri-ciri relawan, menurut Goenawan Mohamad dalam majalah Tempo, adalah mereka yang bekerja tanpa pamrih, bekerja dengan sukarela, tidak mau dibayar karena menginginkan figur yang mereka usung kelak akan menjadi pemimpin.

Minister Provinsi OFM (Ordo Fratrum Minorum atau Ordo Saudara-Saudara Dina) Santo Mikael Malaekat Agung di Indonesia Pastor Adrianus Sunarko OFM mengatakan hal itu dalam Misa Kaul Pertama 14 frater OFM di Depok tanggal 15 Juli 2014.

Untuk mewujudkan keinginan para relawan, lanjut imam itu di hadapan sekitar 500 umat, “Mereka bekerja dengan sepenuh hati untuk melahirkan pemimpin berkarakter baik seperti yang diharapkan masyarakat umum. Yang dilakukan dengan baik dan sungguh-sungguh hasilnya juga akan menjadi sangat baik, dan itulah yang menjadi harapan seluruh masyarakat.”

Karakter yang digambarkan imam itu adalah untuk relawan untuk calon presiden. Namun dalam homili Misa di Biara Transitus OFM di Depok itu, Pastor Sunarko, yang didampingi konselebran magister novisiat Pastor Daniel Klau Nahak OFM dan Dosen Teologi Moral STF Driyarkara Pastor Frumensius Gions OFM, mengajak 14 frater yang mengucapkan kaul religius atau prasetya yang pertama itu untuk menjadi relawan-relawan Tuhan Yesus.

Selain karakteristik itu, lanjut Pastor Sunarko, relawan Tuhan Yesus “harus memiliki semangat tinggi, pengabdian tulus serta ikhlas dan berkarya tanpa mengenal lelah untuk pelayanan umat.”

Untuk menghayati panggilan itu, para frater sudah mempersiapkan diri dengan perjumpaan selama setahun dengan siapa saja, yang mendukung mereka untuk mengucapkan kaul atau prasetya sebagai komitmen hidup dalam komunitas saudara hina dina, jelas Frater Markus Savio OFM mewakili rekan-rekannya.

Agar panggilan menjadi relawan Tuhan Yesus itu tetap tegar, wakil orangtua Paternus Ompu Aritonang berharap agar setelah mengucapkan kaul itu mereka terus-menerus meniti panggilan Tuhan itu. “Kalau sudah berjalan, janganlah kalian menoleh ke belakang,” katanya.

Selain meminta para frater itu memantapkan pilihan mereka dengan sebaik-baiknya dengan tetap tekun dalam doa, Aritonang mengajak seluruh umat yang hadir untuk terus-menerus mendoakan agar mereka bertahan dengan panggilan itu. “Saya yakin, bukan hanya seluruh umat hadir, tetapi juga yang tidak hadir, termasuk orangtua yang tidak hadir, setia mendukung mereka dalam doa-doa setiap hari.”

Namun menurut Pastor Nahak, keteguhan iman para frater itu untuk bergabung dalam Ordo Saudara-Saudara Dina tidak lepas dari dukungan dan perhatian seluruh umat Katolik Paroki Santo Paulus Depok. “Kami sangat yakin keempat belas frater ini mengucapkan kaul pertama karena dukungan seluruh umat yang ada di sini,” kata imam itu.(Konradus R Mangu)

Tinggalkan Pesan