safe_image (1)

Paus Fransiskus menulis pesan pribadi kepada kepala paroki di Gaza, Pastor Jorge Hermandez, yang juga berasal dari Argentina, dengan mengatakan bahwa Paus tetap berdoa bagi umat Katolik di wilayah itu. Dalam pesannya Paus memberikan kata-kata penghiburan dan meyakinkan mereka bahwa Paus tetap berdoa bagi mereka semua.

Sebelumnya, kepala paroki Beit Jala di Tepi Barat, Pastor Mario Cornioli, memberitahukan kepada Paus tentang situasi sangat menantang yang dihadapi umat Katolik yang jumlahnya sedikit di Gaza dan semua penduduk Jalur Gaza. Situasi itu terjadi akibat pemboman yang dilakukan Israel untuk mencoba menghentikan serangan roket oleh militan.

Dalam wawancara dengan Radio Vatikan, Pastor Cornioli mengatakan bahwa pesan Paus Fransiskus telah memberikan keberanian dan harapan baru bagi umat Kristiani di Gaza. Namun, lanjut imam itu, korban tetap meningkat akibat serangan darat dan udara. Banyak orang terluka datang ke rumah sakit-rumah sakit Gaza dan staf medis berjuang menangani mereka.

Oleh karena itu, imam itu mendesak masyarakat internasional untuk melakukan semua kemampuan mereka untuk membantu menghentikan “pembantaian ini,” demikian Radio Vatikan tanggal 18 Juli 2014.

Suasana sangat berbahaya, namun sejumlah misionaris dan awam masih tetap bertahan di daerah itu. Rabu sore, tanggal 16 Juli, “tiga rudal menghancurkan sebuah rumah yang letaknya sangat sangat dekat dengan paroki,” kata Suster Laudis Fides asal Brasil seperti dilaporkan oleh Zenit.

“Selama beberapa hari para suster Ibu Teresa bersama 28 anak-anak cacat dan sembilan wanita tua yang mereka asuh pindah ke paroki karena mereka menganggap tempat itu lebih aman.” Mereka semua tinggal bersama di Gaza bersama dengan Pastor Jorge Hermandez.

Dalam pesan singkat yang disebarkan oleh Institut Sabda Inkarnasi, Pastor Jorge melukiskan bahwa kejahatan meningkat dan “anak-anak kecil mulai sakit karena takut, stres, goncangan-goncangan dan keributan terus-menerus, dan orangtua melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengalihkan perhatian anak-anak dengan bermain, melompat dan menari setiap kali mereka mendengar ledakan.”

Sampai saat ini, jumlah korban tewas akibat militer Israel di Jalur Gaza sedikitnya 227 orang kebanyakan warga sipil. Dalam beberapa jam gencatan senjata, penduduk Gaza keluar ke jalan-jalan untuk menarik uang tunai dari bank dan membeli kebutuhan dasar.(pcp)

1 komentar

Tinggalkan Pesan