DSCN3746

Guna menjalin dan menumbuhkan kerukunan antarumat beragama, Paroki Santo Gregorius Agung Kutabumi, Tangerang, melakukan upaya bela rasa terhadap kaum lemah dan kecil dengan membantu pembiayaan dan pelaksanaan khitanan atau sunat untuk 100 anak.

Kegiatan khitanan  seratus anak itu dijalankan bersama oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Paroki Kutabumi dan Forum Kerukunan Umat  Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang. Perwakilan umat Katolik dalam FKUB Tangerang Yohanes Nur Wahyudi menjelaskan kegiatan itu untuk mengisi Tahun Pelayanan 2014 di Keuskupan Agung Jakarta dan untuk membina kerukunan antarumat beragama.

Pelaksanaan khitanan di Pesantren Daarul Archam, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kutabumi Tangerang, 15 Juni 2014, dihadiri Kepala Paroki Gregorius Agung Kutabumi, Pastor Andrianus Andy Gunardi Pr, sejumlah anggota dewan pastoral paroki, kepala Pondok Pesantren Daarul Archam KH Baikhandi Abdulgani, Pendeta HKBP Rajeg Sitanggang, dan anggota FKUB Provinsi Banten KH Maimun Ali.

Pastor Andy Gunardi menegaskan bahwa khitanan massal yang digagas Paroki Gregorius adalah bentuk kepedulian Gereja terhadap kelompok masyarakat di sekitar paroki. “Dengan adanya khitanan ini kami berharap anak yang dikhitan menjadi anak saleh dan kemudian menjadi pemimpin bangsa yang handal.” 

Sementara itu, KH Baikhandi menyambut baik apa yang telah dilakukan umat paroki yang memperhatikan warga sekitar dengan melaksanakan khitanan. “Perhatian Gereja Katolik menjadi contoh yang sangat baik dan harus diteladani. Ini adalah upaya menciptakan kerukunan antarumat beragama yang akhir-akhir ini semakin terusik.”

Diceritakan, ketika hijrah ke Madinah nabi Mohammad SAW berjumpa dengan orang yang berbeda agama yakni Yahudi dan Nasrani dan selanjutnya dibuat kesepakatan yang disebut ”Piagam Madinah,” yang merupakan bentuk kerjasama umat Islam dengan umat lain yang berbeda keyakinan. “Untuk itulah mari kita bersama meniru hal-hal yang baik untuk kebaikan bersama,”’ katanya.

Pengurus Besar Nahdatul Ulama yang juga anggota FKUB Banten, KH Maimun Ali, melihat kegiatan umat Katolik Kutabumi dan FKUB Kabupaten Tangerang itu memiliki makna atau arti yang sangat penting dalam kehidupan umat beragama untuk saling menghormati dan saling menghargai.

Acara khitanan itu dipandu oleh entertainer Jeremi Teti yang mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan sosial yang berhubungan dengan khitanan massal.

Menurut informasi pihak paroki, Gereja Katolik akan terus melakukan kegiatan yang melibatkan kaum miskin setempat tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan, dengan cara “Merancang kegiatan-kegiatan yang memungkinkan bertumbuhnya ekonomi yang bisa membawa kesejahteraan bersama, seperti karya bidang ekonomi kerakyatan yang selama ini belum digarap secara optimal,” kata Pastor Andy Gunardi. (Konradus R. Mangu)

Tinggalkan Pesan