DSCN3617[1]

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengatakan perkembangan ilmu dan teknologi membuat satu sama lain menjadi lebih dekat. Namun pada saat yang bersamaan, terbentang juga jarak pemisah antara yang hidup berkelimpahan dengan yang berkekurangan. “Oleh karena itu kita semua diajak menggunakan sarana komunikasi untuk saling memberi semangat sekaligus saling meneguhkan iman kepada Tuhan.”

Mgr Suharyo berbicara dalam homili Perayaan Ekaristi di Katedral Jakarta. Sekitar 3000 umat Katolik termasuk ketua-ketua  paroki dan moderator komsos setiap paroki di KAJ, menghadiri Misa yang dipimpinnya dengan tiga konselebran antara lain  Ketua Komunikasi Sosial KAJ Pastor Harry Sulistyo Pr.

Mana kala terjadi musibah atau kecelakaan di daerah-daerah yang jauh dan sulit terjangkau, Mgr Suharyo minta media sosial ikut menciptakan cita rasa kebersamaan, solidaritas  dan semangat kesetiakawanan. “Inilah yang disebut buah-buah dari komunikasi yang menghasilkan persahabatan sejati.”

Uskup  pun menggambarkan perjumpaan antara Bunda  Maria dengan para rasul, yang merasa ‘hampa’ san seakan ‘lumpuh’ ketika Yesus, yang mereka harapkan dan senantiasa mendampingi mereka dalam kehidupan secara fisik, meninggalkan mereka dan naik ke surga.

“Kehadiran Maria di tengah para rasul mengubah ‘kelumpuhan iman’ mereka menjadi kebangkitan iman. Mereka diteguhkan karena kehadiran Bunda Maria. Inilah suatu model komunikasi yang dilakukan Bunda Maria, sehingga para rasul semakin diteguhkan, tidak merasa takut dan tidak cemas,” kata uskup.

Dalam kehidupan umat Katolik, lanjut ketua KWI itu, perjumpaan dengan siapa pun harus senantiasa membawa kabar baik. “Hidup penuh semangat, penuh kegembiraan adalah gambaran pengikut Yesus.”

Uskup Agung Jakarta itu berharap agar alat alat komunikasi yang semakin canggih bisa semakin menjadi sarana pewartaan Injil yang paling efektif, dan itu sejalan dengan tema Hari Komsos se-Dunia ke-48, “komunikasi yang dibangun menjadi suatu budaya perjumpaan sejati.”

Misa 31 Mei 2014 itu juga dilengkapi dengan penganugerahan Inter Mirifica (INMI) Award ke-3 bertempat di lantai 2 Aula Katedral Jakarta. Majalah Komunikasi Umat Paroki Santa Monika (Komunika) ditetapkan sebagai Best of the Best 2014.

Selain  itu, Berita Terbaik 2014 diraih oleh berita dengan judul “Berbela Rasa di Sekolah Anak Kolong” dari Warta RC, Paroki Santa Regina Caeli,  Pantai Indah Kapuk; Artikel Rohani/Refleksi Terbaik 2014 oleh artikel “Menelisik Pembabtisan dalam Gereja Katolik” dari Kabar, milik Paroki Santo Mikael, Kranji; Feature Terbaik 2014 oleh artikel “Rahmat di Balik Aneurisme” dari Komunika, Paroki Santa Monika, Serpong; Foto/Ilustrasi Terbaik 2014 oleh “Nasi Murah dan Solidaritas” dari Komunika, Paroki Santa Monika, Serpong; Desain Cover Terbaik 2014 oleh “Bahagia di Usia Senja” dari Karitas dari Paroki Santa Maria de Fatima, Toasebio; Pemakaian Bahasa Indonesia Terbaik 2014 oleh Suara Clara dari Paroki Santa Clara, Bekasi Utara; Desain Lay Out Terbaik 2014 oleh Warta Andreas dari Paroki Santo Andreas, Kedoya; dan Lembaran Warta Mingguan Paroki Terbaik 2014 oleh Warta Monika dari Paroki Santa Monika, Serpong.

Keseluruhan acara itu dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Katolik Maria Dona Arsinta, Maria, Fanny Rahmasari, Lisa Arianto dan Ria Probo. Vikep KAJ Pastor Andang Binawan serta sejumlah imam dari paroki di KAJ ikut hadir dalam acara itu. (Konradus R. Mangu)

Tinggalkan Pesan