afp-d1a4e27fd03be90cc1bd95319ca9455874dd1173

Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Antonio Filipazzi dalam suratnya kepada Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo mengatakan bahwa dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Tanah Suci, Paus telah mengundang Presiden Shimon Peres dan Presiden Mahmoud Abbas ke Roma untuk mengadakan pertemuan doa. 

Pertemuan ini akan berlangsung hari ini tanggal 8 Juni 2014, di Hari Raya Pentakosta. “Mengikuti keinginan Bapa Suci ini, saya meminta Anda untuk mengajak semua Uskup Indonesia bersama-sama dengan para imam, para religius dan segenap umat keuskupan mereka masing-masing untuk bersatu secara rohani dengan Paus, Patriark Konstantinopel dan kedua pemimpin Israel dan Palestina itu dalam doa bagi perdamaian di Tanah Suci.”

Pada konferensi pers di Vatikan, 8 Juni 2014, kepala Kantor Pers Tahta Suci, Pastor Federico Lombardi SJ dan Pastor Pierbattista Pizzaballa OFM, penjaga properti Gereja Katolik di Tanah Suci mengumumkan rincian pertemuan doa yang akan diselenggarakan hari Minggu Pentakosta ini.

“Membangun perdamaian itu sulit, tapi hidup tanpa perdamaian adalah siksaan yang konstan.” Itulah kata-kata Paus Fransiskus kepada presiden Israel dan presiden Palestina ketika mengundang mereka datang ke Vatikan untuk bergabung dengan Paus dalam “doa dengan tulus kepada Tuhan memohon karunia perdamaian,” demikian laporan Philippa Hitchen dari Radio Vatikan.

Kedua pemimpin itu segera menerima undangan itu dan akan tiba di Vatikan hari Minggu malam tanggal 8 Juni 2014, pukul 18.30 waktu Roma. Mereka akan disertai delegasi sekitar 20 orang yang mewakili komunitas-komunitas agama berbeda yang ada di kedua negara itu. Delegasi Vatikan akan disertai oleh Patriark Ortodoks yang memainkan peran sentral dalam ziarah Paus baru-baru ini ke Yerusalem untuk mengenang pertemuan serupa antara pendahulu mereka persis setengah abad yang lalu.

Setelah sambutan singkat di tempat tinggalnya, Casa Santa Marta, Paus Fransiskus akan menemani kedua presiden dan patriark itu menuju tempat pertemuan di taman Vatikan yang disiapkan secara khusus dikelilingi dua pagar tinggi antara gedung Akademi Kepausan untuk Ilmu Pengetahuan dan sebuah sayap Museum Vatikan.

Pastor Lombardi menjelaskan bahwa setiap komunitas agama akan menyajikan karya musik, kemudian bersyukur kepada Tuhan atas karunia penciptaan, memohon pengampunan atas dosa-dosa yang dilakukan, dan berdoa untuk karunia perdamaian.

Paus Fransiskus dan dua presiden itu akan menambahkan seruan mereka sendiri untuk perdamaian di wilayah itu, sebelum saling menyalami, menanam pohon zaitun sebagai simbol keinginan mereka untuk mengakhiri konflik, dan bersama-sama melaksanakan percakapan pribadi.

Menjawab pertanyaan para wartawan tentang tujuan pertemuan itu, Pastor Pizzaballa mengatakan pertemuan itu adalah acara keagamaan murni yang dirancang untuk memberikan ruang berbalik dari konflik dan “menciptakan kembali keinginan untuk perubahan.”

Karena pertemuan itu tidak diarahkan untuk mendapatkan solusi semalam terhadap masalah-masalah kompleks di Timur Tengah, Pastor Pizzaballa berharap pertemuan itu sekedar membuka kembali jalur dialog dan memungkinkan orang memimpikan dunia di mana perdamaian benar-benar mungkin terjadi. (pcp)

Pope Francis and Palestinian President Mahmoud Abbas, AP Photo Andrew Medichini, Pool

Tinggalkan Pesan