100_1233

Paus Fransiskus menerima pengunduran diri dari Uskup Agung Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap sesuai Kitab  Hukum Kanonik 401 § 1 yang berbunyi, “Uskup diosesan yang sudah berusia genap tujuh puluh lima tahun, diminta untuk mengajukan pengunduran diri dari jabatannya kepada Paus, yang akan mengambil keputusan setelah mempertimbangkan segala keadaan.”

Sebagai penggantinya, pada tanggal 3 Juni 2014, pukul 12.00 atau pukul 17.00 WIB, Bapa Suci mengangkat Uskup Agung Pontianak yang baru yakni Mgr Agustinus Agus dan memindahkan Mgr Agus dari tahta Keuskupan Sintang.

Mgr Agustinus Agus lahir 22 Oktober 1949, ditahbiskan imam  tanggal 6 Juni 1977, dan terpilih menjadi uskup Sintang tanggal 29 Oktober 1999. Ia ditahbiskan uskup tanggal 6 Februari 2000 dengan penahbis utama Mgr Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, yang didampingi Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Renzo Fratini dan Uskup Agung Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap.

IMG_3925 (1)

Selain itu, hari ini juga Bapa Suci mengangkat Pastor Antonius Subianto Bunyamin OSC sebagai Uskup Bandung. Sejak Mgr Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta terpilih menjadi Uskup Agung Semarang tanggal 12 November 2010, Keuskupan Bandung dilayani oleh Administrator Apostolik Keuskupan Bandung Mgr Ignatius Suharyo yang juga Uskup Agung Jakarta.

Prior Provinsial OSC Provinsi Sang Kristus Indonesia itu lahir di Bandung tanggal 14 Februari 1968. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, dia masuk Seminari Menengah Mertoyudan. Dia kemudian masuk seminari tinggi dan bergabung dengan Ordo Salib Suci (OSC) dan menyelesaikan studi filsafat dan teologi di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Pengingkaran kaul kekal dilaksanakan tanggal 28 Agustus 1994 dan ditahbiskan imam tanggal 26 Juni 1996.

Pastor Anton Subianto OSC kemudian menjalankan berbagai tugas yakni studi filsafat (diploma) di Universitas Katolik Leuven, Belgia (1996-1999), mengajar filsafat di Unpar Bandung  (1999-2003), studi filsafat (doktor) di Universitas Kepausan Lateran, Roma (2003-2007), dan  Wakil Provinsi OSC Bandung dan dosen di Unpar Bandung ( 2007-2010).

Selain itu, di tahun 2008 imam itu menjadi Direktur Eksekutif Yayasan Salib Suci (untuk sekolah-sekolah Katolik di Keuskupan Bandung) dan sejak tahun 2009 menjadi salah satu ketua Yayasan Unpar, Sekretaris Yayasan Margaasah Talenta, Sekretaris FORPITU (Forum Pimpinan  Tarekat dan Unio) Keuskupan Bandung.

Pastor Anton Subianto OSC pernah menjadi Ketua Lembaga Bantuan Hukum Unpar (2009-2010), Prior Provinsial OSC Bandung (2010-2013), dan sejak tahun 2010 menjadi anggota Dewan Konsultores dan anggota Dewan Karya Pastoral Keuskupan Bandung, yang bertanggung jawab menyusun Pedoman Pastoral Keuskupan Bandung. Sejak 2011, imam itu menjadi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) dan tahun 2013 terpilih kembali sebagai Prior Provinsial OSC Sang Kristus Indonesia untuk tiga tahun.

Menurut informasi dari Sekretaris Keuskupan Bandung Pastor Ignatius Eddy Putranto OSC, Kuria dan Dewan Konsultores Keuskupan Bandung akan bertemu tanggal 4 Juni 2014 untuk membicarakan rencana tahbisan dan hal-hal yang terkait dengan alih tugas penggembalaan dari Mgr Ignatius Suharyo kepada Mgr Anton Subianto OSC. (paul c pati)

Tinggalkan Pesan