Picture 768

Umat Katolik harus menjalankan semua perintah Allah, bukan saja perintah yang enak-enak. Mereka tidak berada dalam posisi memilih perintah Tuhan, karena mereka percaya semua yang diperintahkan Kristus adalah baik. “Merayakan Ekaristi bukanlah pilihan, tetapi perintah.”

Keyakinan Stefanus Tay itu diperkuat oleh isterinya, Inggrid Listiati. Menurut Inggrid, Yesus menghendaki supaya umat Katolik bisa memperoleh hidup yang kekal. Untuk memperoleh hidup yang kekal, bukan hanya menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi dan melakukan perbuatan kasih atas dasar iman, namun juga merayakan Ekaristi. “Jangan dilupakan bahwa ini perintah Tuhan bahwa kita harus makan Tubuh dan Darah-Nya.”

Stefanus dan Inggrid berbicara dalam sebuah Seminar Sehari di Gereja Santa Teresia Bongsari yang dihadiri sekitar 200 umat Katolik. Pasutri itu adalah pendiri dan penanggung jawab situs katolisitas.org.

Dengan menerima Tubuh dan Darah Yesus, tegas Inggris, umat Katolik menerima hidup yang kekal, “karena dengan demikian Tuhan menyampaikan hidup-Nya kepada kita.”

Dengan makan Tubuh dan Darah Kristus, Inggrid percaya, umat Katolik tinggal di dalam Allah. “Dalam urusan ini, Tuhan Yesus sangat jelas, Dia menghendaki kita menerima Tubuh dan Darah-Nya supaya Dia tinggal di dalam kita,” katanya.

Stefanus memperkuat apa yang dikatakan isterinya dengan menegaskan bahwa semua perintah Kristus adalah penting, “namun, perintah untuk merayakan Ekaristi, makan Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya, adalah sungguh amat penting, karena menyangkut  keselamatan kita.”

Sayang sekali, Stefanus mengamati, Ekaristi yang merupakan satu warisan yang begitu indah yang diberikan oleh Yesus Kristus sering ditanggapi dengan dingin, padahal Gereja percaya dan mengimani bahwa roti dan anggur setelah dikonsekrasikan oleh Sabda Tuhan menjadi Tubuh dan Darah Yesus.

Banyak orang juga mengatakan bahwa umat Katolik harus mengasihi Allah. Bukti bahwa mereka mengasihi Allah, jelas Stefanus, haruslah nampak dalam “melakukan perintah-Nya.” Dan, menanggapi perintah atau panggilan-Nya adalah kehadiran dalam memperingati-Nya dalam perayaan Ekaristi.

Ketua Bidang Liturgi dan Peribadatan Paroki Santa Teresia Bongsari, Albertus Wisnugroho, berharap agar seminar tanggal 15 Mei 2014 itu dapat menjadi sarana untuk semakin bertumbuh dan berkembang dalam iman yang sejati serta mewujudkan hidup yang ekaristis.

Anggota Dewan Paroki lainnya, Rushardiono, berharap agar dengan seminar itu umat dapat semakin menghayati dan memahami makna Ekaristi. “Akhirnya Kristus dalam Ekaristi sungguh mengubah kita tidak menjadi manusia Katolik KTP, tapi menjadi pengikut Kristus yang sungguh menyemangati dan disemangati oleh Kristus dan berguna bagi masyarakat, keluarga, dan warga sekitar kita,” katanya. (Lukas Awi Tristanto

Picture 769

1 komentar

  1. Bagaimana saya bisa bertemu dgn bpk stefanus? Saya akan menikah dg calon saya. Kami beragama katolik. Akan tetapi calon saya mengalami kegoncangan dlm iman katoliknya. Hingga pada suatu saat dia ingin jd pendeta. Selama ini dia sering ke gereja protestan krn mengagumi kotbah pendetanya. Padahal yg aku pahami dgn misa di gereja katolik adalah menghayati perayaan ekaristi secara utuh. Dia sering ngantuk bila aku ajak ke gereja katolik. Hal ini tentu membuat saya khawatir bila saat kami menikah dia benar2 ingin berpindah ke protestan. Bg dia itu bukan ‘berpindah’. Bg dia katolik dan kristen protestan itu sama. Hal ini makin gencar dia utarakan ke aku. Aku tau dia masih labil. Stp kali dia mengutarakan niatnya itu, km sering beda pendapat n penjelasanku tdk masuk ke akal dia ttg alkitab terlebih aku memang bukan orang yg rajin baca kitab suci. Apakah bs saya dan calon bertemu dgn bpk stefanus utk diskusi shg dia mendapatkan pencerahan ttg iman katolik. Kl bs, bs kah saya mendapatkan no telp beliau. Terima kasih

Tinggalkan Pesan