Tahbisan Imam

Pada Hari Minggu Panggilan, 11 Mei 2014, Paus Fransiskus menahbiskan tiga belas imam baru dalam Misa di Basilika Santo Petrus, yang dirayakan secara konselebrasi dengan konselebran Vikaris Roma  Agostino Kardinal Vallini, Wakil Roma Uskup Agung Filippo Iannone, dan para uskup pembantu Roma, bersama para rektor seminari-seminari dan para pastor yang baru ditahbiskan.

Sebelas dari para imam baru itu ditahbiskan untuk Keuskupan Roma, demikian laporan Radio Vatikan. Paus Fransiskus, yang ingin bertemu secara pribadi orang-orang akan hendak ditahbiskannya, menerima sebelas diakon dari Keuskupan Roma itu di Casa Santa Marta, tanggal 25 April 2014.

Dua pria lain, seorang biarawan dari Ordo Agustinian Tak Berkasut dari Pakistan dan seorang frater Vietnam dari Keuskupan Vinh, juga ditahbiskan.

Dalam homili berdasarkan homili yang direkomendasikan dalam Misa Pontifikal itu, Paus Fransiskus berbicara tentang panggilan imamat sakramental. Mereka yang ditahbiskan, kata Paus, “dikonfigurasikan untuk Kristus, sang imam besar dan abadi, ditahbiskan sebagai imam sejati dari Perjanjian Baru” sehingga mereka menjadi “pewarta-pewarta Injil, serta gembala-gembala Umat Allah, dan akan memimpin aksi-aksi liturgi, khususnya dalam perayaan Pengorbanan Tuhan.”

Paus meminta imam-imam yang baru ditahbiskan itu untuk “menyadari bahwa kalian dipilih dari antara para pria dan dibentuk guna membantu mereka memperhatikan hal-hal dari Allah,” untuk “melaksanakan pekerjaan imamat Kristus dengan sukacita dan kasih yang tulus,” dan untuk sungguh-sungguh “dalam menyenangkan Allah, dan bukan diri kalian sendiri,”

Paus Fransiskus mengakhiri homili dengan mengatakan, “Lihatlah selalu teladan-teladan dari Gembala yang Baik, yang bukan datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang.”(pcp)

Tahbisan Imam di Basilika St Petrus

3 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan