15-School-Girls-Escape-Boko-Haram-Kidnappings-Bella-Naija (1)

Sebanyak 276 gadis pelajar diculik dari SMP Negeri di kota Chibok di Negara Bagian Bomo, Nigeria, tanggal 14-15 April 2014. Peculikan itu diklaim dilakukan oleh kelompok ekstrimis Islam, Boko Haram. Kemarahan meluas atas ketidakmampuan pemerintah mengetahui di mana gadis-gadis yang hilang itu.

Direktur Kantor Pers Tahta Suci Pastor Federico Lombardi SJ menyatakan tanggal 8 Mei 2014, seperti dilaporkan oleh Zenit, bahwa penculikan anak-anak gadis itu adalah satu lagi dari “bentuk-bentuk kekerasan yang sudah lama menjadi kekhasan kelompok ini.”

Imam itu menegaskan bahwa “penyangkalan terhadap hormat atas kehidupan dan martabat pribadi manusia, apalagi orang yang sangat tidak bersalah, rentan dan tak berdaya, menuntut kutukan yang terkuat dan membuahkan perasaan belas kasihan yang paling tulus bagi para korban, serta perasaan ngeri atas penderitaan fisik dan spiritual serta penghinaan yang luar biasa yang mereka derita.”

“Kami ikut menyerukan pembebasan dan pemulihan mereka ke dalam kondisi kehidupan yang normal. Kami berharap dan berdoa agar Nigeria, berkat komitmen semua orang yang bisa membantu, bisa menemukan cara untuk mengakhiri situasi konflik dan terorisme kebencian yang merupakan sumber penderitaan tak tak bisa dibayangkan.”

Tanggal 5 Mei 2014, pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, merilis video yang mengancam akan menjual gadis-gadis itu, menyerang lebih banyak sekolah, dan menculik lebih banyak anak perempuan.

Uskup Agung Abuja Kardinal John Olorunfemi Onaiyekan dalam wawancara dengan Radio Vatikan mengatakan, “Kita semua malu. Fakta bahwa sampai sekarang kita mendengar hampir tidak ada yang konkret. Saya pikir hampir setiap orang Nigeria terkejut. Kita tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi.”

Kardinal Onaiyekan mencatat bahwa meskipun banyak sekolah telah ditutup karena ancaman-ancaman serangan dari Boko Haram, peristiwa yang paling terakhir ini terjadi di sekolah yang hanya dibuka secara temporer guna memberikan kesempatan  bagi para anak-anak gadis itu untuk menyelesaikan ujian akhir mereka dalam suasana yang aman, “sehingga mereka tidak benar-benar hilang kesempatan.”

Menurut kardinal itu, tentara-tentara yang bertugas menjaga sekolah tak bisa mencegah para teroris yang menyerbu kota dan sekolah itu. Dikatakan, melihat besarnya kemampuan pemerintah dan dukungan anggaran, orang Nigeria bingung mengapa pemerintah tak mampu mencari gadis-gadis itu.

Saat penculikan itu sebanyak 53 anak berhasil melarikan diri dari para teroris itu. Sebanyak 15 anak tercatat melompat dari truk yang membawa mereka, saat para teroris lagi membetulkan truk yang rusak itu, dan langsung lari dan menaiki bus yang ada di dekatnya.

“Kita tahu bahwa Boko Haram tak punya perasaan kemanusiaan. Kita tahu bahwa mereka  membunuh orang yang tak bersalah. Tetapi bahwa mereka  bisa menculik hampir 300 anak di Timur Laut Nigeria tanpa diketahui jejak di mana anak-anak ini berada sungguh mengecewakan kami.”(pcp)

Keterangan foto di atas: 15 anak sekolah yang berhasil melompat dari truk yang membawa mereka 

dw boko haram 0505e

Tinggalkan Pesan