Anak berbagi kasih

Sebanyak 63 siswa dari sebuah sekolah dasar datang ke sebuah panti asuhan bersama para para guru mereka dan memberikan bahan makanan yang mereka bawa berupa beras, mie, dan minuman kepada anak-anak panti asuhan.

Kegiatan yang dilakukan para siswa SD Katolik di bawah naungan Yayasan Pendidikan Katolik Swastisari Keuskupan Agung Kupang itu dilakukan sebagai aksi nyata Aksi Puasa Pembangunan (APP) setiap tahun bahkan setiap menjelang hari raya.

Aksi nyata APP 2014 dari SDK Santo Yosep 2 Naikoten memilih kegiatan anjangsana ke Panti Asuhan Budhi Luhur di Stasi Baumata, Paroki Santo Yosep Pekerja Penfui, 12 April 2014. Menurut kepala sekolah, Antonia Ratu, pelaksanaan APP Keuskupan Agung Kupang 2014 dengan tema ‘Belajar Sepanjang Hidup’  tidak saja dilakukan dengan kegiatan kerohanian seperti pendalaman kitab suci dan ketekese, tetapi juga dengan aksi nyata. “Tidak hanya oleh orang dewasa, namun juga oleh kelompok anak-anak termasuk yang masih bersekolah di SD.”

Apa yang dibawa ke panti asuhan itu tidaklah seberapa nilainya dari sisi materi, namun itu bukanlah tujuan utama, kata Antonia Ratu. “Selain merupakan program rutin sekolah dalam masa puasa, kegiatan itu sekaligus mengajarkan anak untuk senantiasa berbagi dengan sesama terutama mereka yang berkekurangan dan terpinggirkan,” katanya.

Kegiatan anjangsana itu juga didukung oleh pihak komite sekolah dengan menyediakan transportasi bagi rombongan sekolah ke panti asuhan.

Sehari sebelumnya, 11 April 2014, para siswa SDK Santo Yosep 3 Naikoten juga membagikan bahan-bahan sembako yang telah dikumpulkan oleh orang tua siswa yang mampu kepada keluarga tidak mampu yang sudah diverifikasi oleh pihak sekolah.

“Kami mengajak anak-anak untuk menyerahkannya, sehingga mereka dilatih untuk peka terhadap kehidupan di lingkungan masing-masing, khususnya keberadaan keluarga-keluarga yang kurang beruntung, dan sejak dini nilai-nilai tentang berbagi ditanamkan kepada anak-anak,” kata kepala sekolahnya. (thomas  a  sogen)

Tinggalkan Pesan