pope

Sudah dua tahun ini, Paus Fransiskus memilih merayakan Misa Peringatan Perjamuan Tuhan bersama  orang-orang yang sering dipinggirkan dalam masyarakat. Tahun ini, Paus mengunjungi Yayasan Don Gnocchi di wilayah Casal del Marmo, Roma, yang berdekatan dengan Pusat Tahanan Kaum Muda tempat Paus merayakan Misa serupa dengan para tahanan muda tahun lalu.

Saluran TV berita Rome Reports melaporkan peristiwa itu, 18 April 2014. Diberitakan, Paus Fransiskus merayakan Kamis Putih dengan para pasien dari Yayasan Don Gnocchi yang memiliki 30 pusat di seluruh Italia yang melayani kesehatan orangtua dan para cacat, serta penelitian. Fabio De Santis dari yayasan itu menjelaskan dalam siaran itu bahwa tempat adalah tempat penderitaan, “sebuah tempat di mana kelemahan manusia ditemukan.”

Angelica yang berusia 86 tahun adalah salah satu dari 12 orang yang dibasuh kakinya oleh Paus . Dia yang tertua. Dia sedang dalam penyembuhan  patah pinggul dan patah tulang rusuk akibat jatuh. Angelica mengatakan dalam siaran itu, “Mereka peduli pada  kita siang dan malam, terus-menerus. Mereka bekerja keras bagi kita yang sebagian besar orangtua. Tapi mereka selalu datang dengan kasih sayang,  cinta, dan  senyum. Aku menyebutnya kota senyum.”

Angelica sudah mengerti dengan pekerjaan dan sudah mengalami penderitaan sejak berusia 39 tahun. Saat itu, suaminya meninggal, dan sejak itu ia harus bekerja menopang ketiga anaknya. Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pengasuh. Setelah mengikuti beberapa kursus, ia lalu bekerja sebagai sekretaris. Kunjungan Paus itu, katanya, adalah hadiah terbaik baginya.

“Tapi seperti yang mereka katakan di sini, saya berada dalam langkah terakhir perjalanan,” katanya. Mengomentari kunjungan Paus, Angelica mengatakan bahwa Paus itu orang hebat “orang hebat, hebat.” Untuk menyenangkan Paus dia ingin menyanyikan sebuah lagu. “Tapi aku tidak tahu apakah mereka akan membolehkan saya menyanyi.” Lalu terdengar dalam siaran itu ada yang bertanya “Lagu apa?” Dan, Angelica menjawab, “Aku akan bernyanyi sekarang.” Dia pun menyanyi.

Pusat medis itu menampung banyak pasien berbeda. Beberapa di antaranya, seperti Angelica, akan segera pulih, tetapi yang lain cacat seumur hidup. Inilah orang-orang yang Paus pilih untuk ritual Kamis Putih tahun 2014. Fabio De Santis sangat senang melihat Paus Fransiskus selalu hadir bersama dan penuh perhatian bagi orang menderita. “Mungkin karena alasan inilah, ia memilih yayasan kami, khususnya pusat ini.”

Dari 12 pasien yang mendapat pembasuhan kaki, tiga dari luar Italia, dan satu Muslim. Yang termuda adalah Osvaldinho yang berusia 16 tahun. Ia menjadi lumpuh setelah melompat ke laut saat air surut.

Pusat Medis Santa Maria alla Provvidenza terletak di daerah yang tenang, terisolasi, 9 km sebelah barat dari Vatikan. Pusat itu berada dalam pekarangan Yayasan Don Gnocchi yang lebih besar, yang telah menampung para penyandang cacat lebih dari 60 tahun.

o-POPE-FRANCIS-WASH-FEET-900

Dalam homilinya, Paus Fransiskus menekankan bagaimana Tuhan menjadi hamba, hamba kita. Langkah itu, kata Paus, “mewariskan kepada umat beriman bahwa kita harus menjadi hamba dari satu sama lain.”

Paus mengatakan, seperti dikabarkan oleh Radio Vatikan, jalan untuk mencintai telah dibuat Tuhan. “Kalian juga harus mencintai dan menjadi hamba. Inilah warisan yang Yesus tinggalkan kepada kita,” kata Bapa Suci seraya menambahkan bahwa Yesus “ingin kita menjalani cara ini dan menekankan bahwa tindakan mencuci kaki adalah langkah simbolis.”

Secara tradisional, mencuci kaki  dilakukan oleh para budak, hamba dari orang-orang yang datang untuk makan, orang-orang yang datang makan siang. Waktu itu, orang berjalan di jalan-jalan yang berdebu dan penuh tanah. Ketika tamu “masuk rumah, perlulah mencuci kaki mereka,” kata Paus.

Menekankan bagaimana teladan Yesus saat itu berkaitan dengan tradisi Ekaristi yang dilakukan Gereja saat ini, Paus menekankan bahwa Perjamuan Terakhir, ketika Yesus melembagakan Ekaristi, “adalah juga dalam upacara itu, tindakan mencuci kaki ini, yang mengingatkan kita bahwa kita harus saling menjadi hamba satu sama lain.”

Seraya mengajak umat beriman untuk memikirkan orang lain dan untuk mengenang cinta yang Yesus minta agar kita berikan kepada sesama, Paus mendesak umat beriman untuk memikirkan bagaimana mereka bisa melayani orang lain dengan lebih baik, karena inilah yang Yesus ingin kita lakukan.

Dalam Misa di tempat itu, Bapa Suci berlutut di depan 12 orang cacat dan mencuci, mengeringkan, serta mencium kaki mereka.(pcp)

images (1)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan