Misa Pontifikal (2) (1)

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang meminta para imam yang berkarya di wilayah Keuskupan Agung Kupang untuk melakukan refleksi dengan merenungkan rekam jejak masing-masing selama ini, sehingga bisa dijadikan rujukan untuk terus melayani umat tanpa mengeluh sedikitpun dan tanpa pandang bulu.

Mgr Turang menyampaikan permintaan ini dalam homili Misa Krisma di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, tanggal 15 April 2014. Misa Pontifikal ini diikuti oleh sekitar 100 imam yang berkarya di keuskupan agung itu untuk memperbaharui janji imamat mereka dan untuk memberkati minyak katekumen, minyak pengurapan orang sakit, dan minyak Krisma untuk pembaptisan di Malam Paskah. Sejumlah biarawan dan biarawati serta umat juga hadir dalam Misa itu.

Menurut Mgr Turang, saat ini adalah musim melihat rekam jejak para politisi, “namun saya persilakan Anda melihat sendiri rekam jejak masing-masing dan refleksikan perjalanan pelayanan yang dilakukan selama ini, sehingga bisa ada perbaikan bila diperlukan.”

Dari rekam jejak itu, menurut Uskup Turang, dapat diketahui apakah kita sebagai imam sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, sehingga menjadi modal untuk menjadikan umat yang kita layani juga sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. “Jangan sampai kita hanya memperalat Kristus, menjadikan Kristus sebagai alat dalam melayani umat.”

Ketua Komisi Komsos KWI itu juga mengajak para imamnya untuk melihat karya mereka sama seperti melihat isi komputer mereka. “Yang tidak sesuai dengan rekam jejak Kristus harus di-delete dari perjalanan karya pastoral, sehingga semuanya sungguh-sungguh berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan umat yang dilayani.”

Uskup Agung Kupang itu percaya, kalau hal itu sudah dilaksanakan, maka “karunia-karunia yang diberikan oleh Allah akan sanggup kita lakukan bagi umat yang kita layani sekaligus sebagai wujud nyata kehadiran Kristus di tengah-tengah umat.”

Uskup juga mengingatkan para imamnya agar jangan suka mengeluh apalagi pada masa Prapaskah, terutama di ambang pekan suci yang dipadati dengan segala macam kegiatan yang sangat menyita waktu dan tenaga. Dalam masa-masa seperti ini, menurut Uskup Petrus Turang, sangat dibutuhkan pengorbanan sehingga umat mendapat pelayanan sempurna yang bermuara pada hati umat yang terbuka untuk Kristus. “Jika demikian maka kita akan memperoleh kegembiraan yang luar biasa pada puncak perayaan pekan suci,” tegas uskup.

Umat yang hadir dalam Misa itu juga diajak untuk mendukung karya pastoral para imam. “Dukunglah mereka, para imam kita, agar karya pastoral bisa berjalan lebih baik dari waktu ke waktu demi pertumbuhan dan perkembangan iman umat sendiri serta kehadiran Kerajaan Allah di tengah dunia.”

Di akhir Misa itu, Mgr Turang mengumumkan pengangkatan Pastor Gerardus Duka Pr menjadi Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Kupang menggantikan Pastor Daniel Afoan Pr yang meninggal dunia beberapa bulan lalu. Jabatan sekretaris jenderal yang ditinggalkan Pastor Duka diisi oleh Pastor Yeremias Yono Pr yang baru menyelesaikan program Licencia dari Universitas Gregoriana di Roma. (thomas  a  sogen)

 

 

Tinggalkan Pesan