Pikat (1)

Komunitas Pendalaman Iman Katolik (Pikat) Kupang berjanji akan membantu pihak pengelola Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo terutama membangun fasilitas yang masih kurang agar taman ziarah milik Keuskupan Agung Kupang itu lebih layak dimanfaatkan untuk pengembangan iman umat.

Ketua Pikat Kupang, Theodorus Widodo, berbicara usai menyaksikan sarana wisata rohani itu dan melaksanakan pengobatan gratis bagi umat dan warga yang berdomisili di dekat lokasi taman ziarah itu.

“Kami akan berusaha membantu baik secara moril maupun material, sejauh kemampuan kami agar taman ziarah ini bisa lebih layak, terutama pembangunan fasilitas yang masih kurang,” katanya di sela-sela kegiatan yang berlangsung tanggal 6 April 2014.

Dijelaskan, komunitasnya akan mengagendakan kegiatan kerohanian setiap bulan di taman ziarah yang diresmikan oleh Ketua Dewan Kepausan untuk Kaum Awam Kardinal Stanislaw Rylko tanggal 25 November 2013 itu.

Sementara itu, mantan Ketua Panitia Pembangunan Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo yang ditunjuk Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang menjadi Ketua Dewan Pastoral di taman ziarah itu, Damyan Godho, menjelaskan bahwa taman ziarah itu dibangun dengan hati dan cinta kasih berdasarkan sumbangan umat dan para donatur.

Meskipun panitia telah dibubarkan, menurut wartawan Kompas itu, Uskup Turang telah menunjuk dan mengangkat 12 orang wakil umat dan biarawan dengan tugas melanjutkan pembangunan fasilitas pendukung yang masih dibutuhkan, termasuk mengatur lalu lintas kunjungan, ziarah, dan kegiatan kerohanian di taman ziarah. “Dan, komunitas Pikat telah pula menyumbang 1.200 meter lebih pipa air untuk mengalirkan air ke taman bunga dan fasilitas MCK yang ada,” kata Damyan.

Selain pengobatan gratis yang melibatkan 10 dokter untuk ratusan umat dan warga setempat, Pikat melakukan penanaman anakan bambu di areal taman ziarah. Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan Misa yang dipimpin dua pastor custos atau penjaga Taman Ziarah Oebelo yakni Pastor Selestinus Pangsasara CMF dan Pastor Yohanes Dari Salib Jeramu CMF.

Dalam homilinya, Pastor Jeramu CMF berharap agar umat keluar ke dunia riil dan jangan terkungkung dalam komunitas yang inklusif. “Jangan seperti sebuah kubur, dari luar terlihat gagah dan mentereng. Tetapi di dalam cuma tulang-belulang membusuk, dibungkus bangunan megah,” kata Pastor Jeramu.

Pastor asal Manggarai itu juga mengajak umat untuk memberitakan keselamatan dan cinta kasih, serta bekerja dan berbagi cinta untuk orang lain. “Jangan seperti Laut Mati, cuma menerima dan menampung air dari berbagai sungai, tidak memberikan kehidupan bagi ikan-ikan dan manusia.” (Thomas  A  Sogen)

Tinggalkan Pesan