032114_Voice

Oleh Pastor Markus Solo Kewuta SVD

Dengan pakaian suster yang lengkap berwarna hitam dan kalung salib, Suster Cristina Scuccia dari Ordo Santo Ursula Keluarga Kudus membuat para juri The Voice of Italy terkagum-kagum saat dia mendendangkan dengan “suara malaikat” lagu “No One” dari Alicia Keys tanggal 19 Maret 2014. Dalam rekaman Youtube terlihat beberapa suster ikut mendukungnya dan terdengar suster Ursulin itu mengatakan kepada para juri bahwa dia tampil untuk “evangelisasi,” dan dia berharap Paus Fransiskus melihat penampilannya dan menelepon dia (Red).

Awal pekan ini, dunia dikejutkan dengan berita tampilnya bintang baru dari Italia dalam The Voice of Italy 2014. Surprise karena bintang baru itu muncul dari kalangan wanita bertudung, dari Ordo Ursulin dari Keluarga Kudus.

Nama suster itu adalah Suster Cristina Scuccia. Perempuan itu lahir, 25 tahun lalu di Pulau Sicilia, Italia selatan.

Lagu No One dari Alicia Keys, yang diinterpretasi dan dipanggungkan dengan gayanya sendiri, memukau gala malam itu dan menuai gelombang standing ovation (sambutan tepuk tangan sambil berdiri). Di akhir lagunya, di antara tepukan tangan panjang beliau menjawab pertanyaan pertama dengan mengatakan, “Aku punya anugerah dan anugerah ini ingin kubagikan kepada Anda semua.”

Suster Cristina lahir dari sebuah keluarga sederhana di Comiso, sebuah kota dengan 29.000 penduduk di Pulau Sicilia yang terletak di Propinsi Ragusa, Italia selatan. Setelah menerima Sakramen Krisma, dia mengalami krisis iman, seperti kebanyakan kaum muda sebaya. Dia merasa semakin hari semakin jauh dari Gereja. Dia bahkan merasa risih dan jengkel kalau mendengar orang berbicara tentang Gereja Katolik dan tentang Tuhan.

Sr_Cristina_on_The_Voice_Italy_CNA_3_20_14

Dia terus menekuni dunia seni dan musik yang dia sukai sejak kecil dan bersekolah pada Akademi Seni Pertunjukan. Seorang teman yang mengenalnya sejak masa sekolah mengatakan dalam sebuah pertunjukan TV: “Cristina itu pendiam dan mudah menarik diri. Tetapi kalau naik panggung, dia menjadi manusia yang lain sekali. Dia berapi-api dan memberikan ekspresi yang lain dari biasanya.”

Sebagai anak muda, dia bergabung di dalam band musik bersama kawan-kawannya. Dia menyanyi pada berbagai kesempatan. Di usia 18 tahun, dia sempat ikuti casting penyanyi pada sebuah tayangan  TV nasional Italia tetapi tidak lolos putaran pertama. Setelah gagal juga dalam casting pencari talenta muda di Canal 5, dia memutuskan untuk terus menekuni studi seni pada akademi di Catania, Italia selatan. Namun, suatu waktu dia mengalami “pertobatan” dan memutuskan untuk menjadi suster.

Ketika Cristina sedang kuliah di Catania, ceritanya, ibunya menerima prospek seni dari biara Ursulin di Roma yang sedang mencari pemeran utama (protagonis) untuk Santa Rosa, pendiri Ordo Ursulin, untuk sebuah pertunjukan musik. Para pemeran pertunjukan itu harus disekolahkan dulu di Roma.

Cristina merasa tertarik. Dia melamar dan diterima. Sicilia pun ditinggalkan dan pindah ke Roma untuk belajar pertunjukan musik itu di Star Rose Academy. Di akademi itu dia berkenalan dengan Claudia Coll, penata dan koordinator utama pertunjukan musik itu.

Ketika mulai menjiwai perannya sebagai Santa Rosa, dia belum merasa apa-apa. Lambat laun panggilannya muncul dan dia merasa seperti ada suara yang sangat kuat yang memanggilnya untuk meninggalkan hidup tanpa arah.

Cristina merasa aneh dan terpukul oleh suara panggilan itu. Tetapi dia mengaku tidak bisa bersembunyi. Dia menyerah kalah di hadapan Tuhan di dalam sebuah pergumulan panjang. Dia memutuskan untuk menerima panggilan Tuhan. Dia masuk biara Ursulin tahun 2009.

Setelah masuk biara, Cristina sempat melewati tahun praktek di Brasilia, bekerja dengan anak-anak jalanan. Di jalanan, dia banyak menyanyi bersama anak-anak jalanan. Itu menjadi pengalaman terindah dalam hidupnya, demikian pengakuannya.

e8c8022ea3ba191be814de413dfb4fbf4bf2096c3682736749adffaca9bca3f0

Setelah selesai di Brasil, dia pulang ke Italia dan bergabung sebagai Suster Ursulin berkaul di dalam biara Ursulin di Milano, Italia utara, hingga mendapat restu dari atasannya beberapa saat lalu untuk tampil dalam The Voice of Italy 2014 di Rai2, TV nasional Italia.

Patut dipahami kalau dunia kaget bahwa seorang suster memukau dunia melalui ajang pencaharian bakat di televisi. Ini jarang terjadi. Yang dikenang selama ini malah hanya penampilan Whoopi Goldbeg dalam adegan-adegan Sister Act di dunia bioskop.

Mungkin orang berpikir, ini ada kaitannya dengan unsur adikodrati, yakni ada intervensi mukjizat. Bukan. Seorang yang bertalenta dan telah menjalankan pendidikan formal yang panjang untuk menjadi profesional tetapi suatu saat mengenakan tudung, profesionalitas di dalam talentanya tentu tidak hilang. Malah biara menjadi lahan baik untuk bina tarik suara, karena nyanyian adalah bagian integral dari doa biara sehari-hari. Selain itu restu pimpinan biara oleh karena berbagai alasan telah membuka jalan menuju kesuksesan panggung ini.

Saat ini Cristina hadir di berbagai talk-show dan melayani berbagai wawancara. Dia selalu mengatakan: Saya bukan maestra, saya bukan yang paling jago. Sambil menunjuk ke langit dia bilang: Maestro atau yang paling jago adalah Tuhan. Saya hanya alat-Nya untuk membawa kabar gembira melalui cara ini.***

voice_r620x349

1 komentar

Tinggalkan Pesan