IMG_3006

“Wow. Kepala sekolah, Suster Remia OP, benar-benar menangis dan dengan sukacita yang besar berterima kasih kepada Tuhan karena mengirim Keluarga Dominikan Indonesia guna membantu mereka yang menghadapi cobaan iman yang sangat menantang. Kalian adalah jawaban dari Tuhan.”

Promotor Aksi Sosial Pastor Bienvenido Trinilla Jr OP dari Biara Rosario Kudus di Manaoag, Pangasinan, Fiipina, mengatakan hal itu kepada PEN@ Indonesia 7 Februari 2014 setelah dia mengunjungi para korban Topan Haiyan atau Yolanda di Ilolo, Filipina, yang menerima sumbangan dari Keluarga Dominikan serta sahabat-sahabat dari Indonesia.

Setengah dari uang yang dibawa dari Indonesia  oleh Dokter Rita Naya Sp.PD dan Paul C Pati dari PEN@ Indonesia http://www.penaindonesia.org/, yang datang bersama doctorSHARE untuk melaksanakan misi medis di dua tempat terpisah di Tibiao, 25-27 November 2013, diserahkan oleh imam itu untuk pembangunan kembali Saint Anne Catholic School di Balasan, Iloilo, dan biara para suster Ordo Santo Dominikus atau Ordo Pewarta (OP) yang hancur dihantam Topan Yolanda.

Saat berkunjung di Saint Anne Catholic School yang dipimpin Suster Maria Remia Catoera OP,  tanggal 23 Januari 2014, imam itu melihat secara langsung bahwa para suster “sedang membangun unit baru di tempat yang sama dengan menggunakan bahan-bahan baru untuk seluruh bangunan.”

Dalam wawancara PEN@ Indonesia dengan suster itu http://www.penaindonesia.org/2013/suster-maria-remia-catoera-op-berterima-kasih-untuk-bantuan-dari-indonesia/ diceritakan bahwa sekolahnya paling rusak karena dinding sekolah roboh, dan mereka tak punya tempat lain bagi para murid memulai kembali pelajaran. Hampir semua atap biara suster OP di Balasan itu juga hancur.

typhoon_yolanda_aftermath.st3_

Dari informasi yang diterima imam itu, sepanjang bulan November dan Desember mereka gunakan untuk membangun kembali sekolah itu. “Selama itu tidak ada pelajaran diberikan kepada anak-anak. Pelajaran baru dimulai di bulan Januari di ruangan-ruangan kelas yang baru setengah jadi dengan atap dan dinding dari bahan-bahan ringan guna melindungi anak-anak didik dari hujan dan terik matahari.”

Dijelaskan bahwa pembangunan selanjutnya akan dilaksanakan setelah selesai tahun ajaran sekolah.

Menanggapi pernyataan PEN@ Indonesia bahwa sumbangan yang diberikan itu tentu tidak bisa membantu semua pembangunan yang direncanakan, imam itu menjelaskan bahwa memang menurut Pimpinan Umum Para Suster Santo Dominikus (OP) Most Holy Rosary Filipina dan Suster Elna Silvino OP yang bertanggungjawab untuk pembangunan itu, anggaran seluruh pembangunan itu mencapai 8 juta peso.

“Ya, memang, mereka membutuhkan lebih banyak dana dan bantuan, seperti buku , komputer dan peralatan laboratorium yang semua dihancurkan oleh Topan Yolanda,” kata Pastor Bien, seraya menambahkan bahwa pembangunan saat ini pun baru memprioritaskan gedung sekolah. “Pembangunan biara mungkin menyusul kemudian.”(paul c pati)***

484584_493733537321101_1006343893_n

 

Keterangan foto (dari atas ke bawah): Sekolah Katolik Saint Anne sedang dibangun kembali, saat hancur dihancurkan oleh Topan Yolanda, dan saat sebelum dilanda Topan Yolanda.

Tinggalkan Pesan