chi-notre-dame-officials-meet-with-pope-at-vat-001

Dalam audiensi dengan Dewan Pengurus Yayasan Universitas Notre Dame di Vatikan, tanggal 30 Januari 2014, Paus Fransiskus menekankan pentingnya “kesaksian tanpa kompromi” dari universitas-universitas Katolik (unika) bagi ajaran moral Gereja dan pembelaan terhadap kebebasannya.

Bapa Suci bertemu dengan para pengurus yayasan itu berkaitan dengan peresmian Pusat Universitas Notre Dame Roma, demikian laporan Zenit.org dari Kota Vatikan di hari yang sama.

Bapa Suci menyoroti keuntungan memiliki pusat universitas itu di Kota Abadi, dengan mengatakan bahwa para mahasiswa akan mendapatkan manfaat dari kekayaan sejarah, budaya dan spiritual Roma.

Pusat itu, kata Paus, akan membantu mahasiswa “membuka hati dan pikiran mereka pada kelestarian iman Santo Petrus dan Paulus, para pengaku iman dan martir dalam setiap zaman, serta iman Katolik yang diwariskan kepada mereka dalam keluarga, sekolah dan paroki mereka.”

“Sejak didirikan, Universitas Notre Dame telah memberikan sumbangan besar bagi Gereja di negara kalian melalui komitmen terhadap pendidikan agama kaum muda dan terhadap beasiswa yang terinspirasi oleh keyakinan akan kerukunan iman dan alasan untuk mencari kebenaran dan kebajikan,” lanjut Paus.

“Sadar akan pentingnya kerasulan untuk evangelisasi baru ini, saya mengucapkan terima kasih atas komitmen yang telah diperlihatkan Universitas Notre Dame selama bertahun-tahun untuk mendukung dan memperkuat pendidikan sekolah dasar dan menengah Katolik di seluruh Amerika Serikat.”

Dari Seruan Apostolik, Evangelii Gaudium, Bapa Suci mengatakan kepada mereka yang hadir bahwa komitmen untuk “pemuridan misionaris” harus terbukti dalam kehidupan mereka yang bekerja di lembaga-lembaga Gereja.

“Yang penting dalam hal ini adalah kesaksian tanpa kompromi dari universitas-universitas Katolik terhadap ajaran moral Gereja, dan pembelaan terhadap kebebasannya, tepatnya di dalam dan melalui lembaga-lembaga itu, guna menegakkan ajaran itu sebagaimana dinyatakan secara  otoritatif oleh magisterium para imam-imamnya,” kata Paus.

Paus berharap agar Universitas Notre Dame terus memberikan kesaksian tentang identitas Katoliknya, “terutama dalam menghadapi upaya-upaya dari mana pun juga untuk melemahkan kesaksian yang sangat diperlukan itu.”

Menutup sambutannya, Paus Fransiskus meminta mereka berdoa seraya memastikan doa-doanya bagi mereka dan bagi semua staf yang terkait dengan universitas itu.

Paus Fransiskus lalu memberkati mereka seraya memohon karunia kebijaksanaan, sukacita dan perdamaian dari Tuhan untuk mereka yang hadir, keluarga mereka, serta secara khusus untuk para mahasiswa, fakultas dan staf universitas itu.(JAE/pcp)***

Tinggalkan Pesan