banners-semana-oracion-unidad1-EN

Pekan ini, tanggal 18-25 Januari 2014, umat Kristiani merayakan Pekan Doa se-Dunia untuk Persatuan Umat Kristiani. Tema tahun ini diambil dari bab pertama Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus, saat Paulus dengan tegas mulai menyerukan persatuan dan mengajukan pertanyaan yang menantang hati nurani kita, “Adakah Kristus terbagi-bagi?” (1 Kor 1:13).

Ketua Dewan Kepausan untuk Persatuan Umat Kristiani, Kardinal Kurt Koch, mengatakan hal itu seperti yang dilaporkan oleh L’ Osservatore Romano tanggal 17 Januari 2014.

Menanggapi pertanyaan itu, kata Kardinal Kurt Koch, yang langsung masuk dalam pikiran adalah situasi tragis dari umat Kristiani yang terbagi-bagi, “karena perpecahan yang masih ada dalam Gereja saat ini harus dilihat sebagai pemisahan yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan, yaitu kesatuan Tubuh Kristus.”

Masalah yang menyakitkan inilah yang sebenarnya mendorong Konsili Vatikan Kedua menyusun dekrit tentang ekumenisme yakni Unitatis Redintegratio, jelas kardinal itu.

Ulang tahun ke-50 dekrit itu dirayakan tahun 2014. Dijelaskan, titik fokus 2014 adalah peringatan pertemuan bersejarah antara Patriark Ekumenikal Konstantinopel, Athenagoras, dan Uskup Roma, Paus Paulus VI, di Yerusalem, tanggal 5 dan 6 Januari 1964, 50 tahun yang lalu.

“Saat itu, niat bersama mereka untuk membangun kembali kemurahan hati di antara kedua Gereja itu diumumkan dan dicap dengan ciuman persaudaraan dari dua pemimpin Gereja itu atas nama saudara Andreas dan Petrus,” kata Kardinal Kurt Koch seraya menegaskan bahwa hal itu akan tetap bagi kita menjadi ikon abadi keterbukaan ekumene menuju rekonsiliasi.

Pekan Doa se-Dunia untuk Persatuan Umat Kristiani digagas tahun 1908 oleh Pastor Paul Wattson, seorang imam Anglikan dari Amerika Utara yang kemudian menjadi seorang Katolik. Kini gerakan ekumenis ini sudah diikuti oleh berbagai denominasi Kristiani, misalnya Anglikan, Protestan, Ortodoks, dan Katolik.

Tanggal 17 Januari 2014, Paus Fransiskus bertemu dengan anggota-anggota delegasi ekumenis dari Finlandia, yang dipimpin oleh Uskup Agung Lutheran Kari Makinen. Paus mendesak mereka untuk tetap berupaya untuk mencapai tujuannya yakni persatuan yang penuh dan nyata di kalangan umat Kristiani. Kelompok itu sedang melaksanakan ziarah tahunan ke Roma untuk Pesta Santo Henry, santo pelindung Finlandia.(pcp)***

Tinggalkan Pesan