DSCN2579

Presiden Republik Indonesia mengajak umat Kristiani dan seluruh rakyat Indonesia untuk selalu bersama-sama mengembangkan sikap kebersamaan dan menyuburkan semangat kerukunan sehingga selalu tercipta perdamaian di tengah masyarakat yang memiliki banyak perbedaan.

Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan pada perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, tanggal 27 Desember 2013. Acara itu dihadiri oleh Wakil Presiden RI Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Ibu Wakil Presiden Herawati Boediono, Menteri Agama Suryadharma Ali serta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Yudhoyono mengingatkan bahwa kerukunan dan perdamaian adalah tugas seluruh rakyat sepanjang masa dan terus-menerus dan karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk maka usaha memperkuat toleransi tidak akan pernah berakhir. “Bangsa yang majemuk harus mengembangkan sikap saling memberi, menerima, sikap tenggang rasa serta saling menghormati,” kata presiden.

Natal, menurut Susilo Bambang Yudhoyono, adalah peristiwa cinta kasih antara Allah dan manusia dan adalah sikap solidaritas yang ditujukan oleh Tuhan kepada manusia. Untuk itu “perwujudan kasih dalam hidup bermasyarakat bukan hanya dilakukan umat Kristiani tapi oleh seluruh rakyat Indonesia.”

Uskup Agung Jakarta yang juga ketua Konferensi Waligereja Indonesia, dalam Narasi Natal 2013, mengatakan bahwa merayakan Natal berarti merayakan perjumpaan dengan Allah secara pribadi, berarti “menghubungkan makna Natal sesuai konteks hidup dan realitas dalam keseharian.”

Uskup agung itu mengingatkan, kendati bangsa Indonesia sedang mengalami persoalan kompleks, setiap pengikut Yesus hendaklah menjadi pembawa damai dalam kehidupan secara konkret.

Ketua Panitia Natal Bersama Nasional, Balthasar Kambuaya, mengatakan perayaan Natal 2013 memilih tema ‘Datanglah ya, Raja Damai’ dengan subtema ‘Bersama-sama mewujudkan damai yang berkeadilan dalam konteks kemajemukan lingkungan hidup dan demokrasi.’

Melalui Natal, Menteri Lingkungan Hidup itu mengajak umat Kristiani untuk meneladani Yesus Kristus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yakni dengan hidup jujur, tanggungjawab, saling menghormati, rendah hati dan takut akan Tuhan.

Natal Bersama Nasional sudah diawali sebelumnya oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di berbagai daerah Indonesia dengan beragam kegiatan antara lain bakti sosial, bakti lingkungan hidup, dan pelayanan kesehatan.

Para menteri yang melakukan kegiatan di berbagai daerah itu adalah Meneg Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy, Menteri Pariwisata Ekonomi dan Kerakyatan Maria Elka Pangestu dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan. Daerah-daerah yang menjadi tempat kegiatan aksi Natal adalah Papua, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Kemeriahan Natal 2013 tingkat nasional ditandai penampilan Paduan Suara Gereja Denominasi dan Paduan Suara TNI-POLRI. Paduan Suara Lembaga Kepresidenan juga penampilan drama musikal bertema perdamaian yang dimainkan oleh anggota rumah produksi ‘Nasi Putih’. (Konrad Mangu)***

Tinggalkan Pesan