Camera 360

Kami beruntung mendapatkan pembekalan untuk persiapan perkawinan Katolik. Kami sadar bahwa persiapan perkawinan membantu kami membentuk keluarga yang baik dan bertanggung jawab, yang merupakan wajah Gereja masa depan, kata seorang anak muda.

Amurisi Zendratö adalah seorang peserta Temu Akbar Orang Muda Katolik (OMK) se-Paroki Santo Fransiskus Tuhemberua di Kabupaten Nias Utara. Sebanyak 240 orang dari 6 rayon di paroki itu mengikuti acara yang digelar di aula paroki tanggal 26-29 Desember 2013.

Dia membenarkan berbagai masukan dan sambutan yang disampaikan oleh ketua umum panitia dan pastor paroki bahwa banyak anak muda tidak mempersiapkan perkawinan mereka dengan baik.

Ketua Umum Panitia Kristianus Agustinus Telaumbanua memang menegaskan bahwa temu akbar itu dilakukan berdasarkan hasil analisis sosial (ansos) yang dilakukan oleh Dewan Pastoral Paroki Inti (DPPI) Tuhemberua, yang mengatakan sebagian besar umat Katolik tidak mempersiapkan perkawinan dengan baik, benar dan terencana, sehingga keluarga tidak sungguh menghidupi nilai-nilai kekatolikan.

Ketika membuka acara itu, Kepala Paroki Tuhemberua Pastor Cornel Fallo SVD juga mengakui bahwa “selama ini OMK jarang mempersiapkan perkawinannya, padahal keluarga adalah basis utama gerejawi, bahkan keluarga adalah Gereja kecil.”

OMK sangat penting mempersiapkan perkawinannya sejak dini, demikian harapan imam itu dalam Temu Akbar OMK bertema “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus” (2 Tim 1: 13). Saat itu Pastor Cornel Fallo didampingi Pastor Tarsisius da Lopez SVD, pimpinan DPPI, serta Kabag Kesra Kabupaten Nias Utara, Ama Lina Telaumbanua.

Amurisi dan peserta lain diperkaya dengan beberapa masukan. Pastor Postinus Gulö OSC yang menyampaikan materi perkawinan Katolik, pilar pengokoh keluarga dan tata nilai baru dari perkawinan adat Nias, berulang kali menyatakan, “jika fondasi iman keluarga dibangun dengan kokoh kuat, maka keluarga akan kokoh kuat. Jika tidak, keluarga akan cepat rapuh dan karam bahkan dangkal imannya.”

Sangat penting bagi semua umat Katolik untuk mempersiapkan perkawinannya dengan benar dan baik agar terwujud kesejahteraan dan kebahagiaan lahir-batin pasangan suami-istri, demikian penegasan Pastor Postinus seraya mengajak umat yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik untuk bukan saja menyiapkan perkawinan secara adat Nias, tetapi sekaligus persiapan perkawinan Katolik.

Peserta menerima materi tentang ekonomi keluarga yang disampaikan oleh Ya’aman Telaumbanua. Dia mengajak OMK agar sungguh mempersiapkan ekonomi keluarga untuk kesejahteraan keluarga kini dan masa depan. “Pasangan suami-istri penting biasakan menabung dan mengendalikan keuangan keluarga, jangan uang yang mengendalikan keluarga!” kata  Ya’aman seraya menganjurkan agar hasil tabungan digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak, biaya kesehatan dan kebutuhan masa depan keluarga.

Ketika menyampaikan materi tentang tujuan perkawinan Katolik, penolakan Gereja atas aborsi dan dampak globalisasi terhadap OMK, Paulinus Sudiaman Harefa mengajak OMK agar memanfaatkan secara positif alat-alat dan sarana komunikasi, seperti handphone, TV, dan internet.

Bukan saja Amurisi Zendratö yang tereksan dengan acara ini. Adilia Zega pun terkesan. “Melalui pembekalan ini, kami terbantu untuk mengambil sikap yang terencana dan tegas untuk masa depan kami menjadi keluarga bahagia dan beriman,” kata Adilia.

Metode Temu Akbar itu ternyata cocok untuk OMK, karena peserta mengakui selain diberi materi tentang perkawinan Katolik, ekonomi keluarga dan perkawinan adat Nias, mereka juga diikutsertakan mengikuti perlombaan khotbah mini, vokal grup, vokal solo, dan bola voli.  Ada banyak animasi melalui puji-pujian yang membuat mereka semakin berefleksi. (Postinus Gulö OSC)***

Camera 360

Tinggalkan Pesan