Banjir di Purworejo Foto Antara

Melihat penderitaan masyarakat korban bencana banjir tanggal 20 Desember 2013 yang melanda beberapa kecamatan di Purworejo, Panitia Natal Paroki Kutoarjo 2013 segera menyalurkan bantuan, yang rutin mereka bagikan dalam bakti sosial Natal, untuk para korban banjir.

Koordinator Tim Kerja Seksi PSE Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo Fransiskus Xaverius Setyasa berbicara lewat telepon dengan PEN@ Indonesia tanggal 22 Desember 2013.

“Seperti biasa Panitia Natal 2013 sudah mengumpulkan bahan-bahan untuk bakti sosial Natal berupa pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum dan pembagian sembako bagi umat Katolik yang berkekurangan, namun melihat para korban musibah ini, mereka mengalihkan bantuan itu bagi para korban,” kata FX Setyasa.

Tanggal 20 Desember 2013, akibat curah hujan yang begitu besar, beberapa sungai kecil tidak dapat menampung curahan  air, sehingga meluap ke beberapa kecamatan dan menggenangi perumahan, kantor dan jalan di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Menurut info dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, setidaknya 49 desa di 10 kecamatan di Purworejo terkena bencana tanah longsor dan banjir.

“Benar, banjir mulai surut, namun hujan masih turun. Maka, meskipun sebagian bantuan dari Panitia Natal sudah mulai kita salurkan kepada para korban berupa beras dan mie instan pada tanggal 21 dan 22 Desember 2013, PSE akan tetap meneruskan gerakan yang dirintis oleh Panitia Natal itu dengan menyalurkan sumbangan yang terkumpul lainnya hingga tiga minggu ke depan, termasuk pada hari raya Natal,” jelas FX Setyasa.

Untuk maksud itu, tanggal 22 Desember 2013, tim PSE Paroki dan Karitas Purwokerto (Karito) mengunjungi lokasi pengungsian dan mendata para pengungsi di Markas Brimob Kutoarjo yang dijadikan pos induk pengungsian dan di Kelurahan Katerban, yang paling parah terdampak.

Sudah 2.050 korban ditampung di tiga posko pengungsian, namun masih ada ratusan warga belum terevakuasi, demikian laporan Ketua Karito, Pastor Stephanus Budhi Prayitno Pr, seperti yang disebarkan oleh Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ ke beberapa media online.

Menurut Eros, koordinator pengungsian di Markas Brimob Kutoarjo, di sana ada sekitar 70% kaum perempuan dan 25% anak-anak. Sementara berdasarkan Achmadi, Lurah Katerban, sebanyak 142 kk di pinggir kali kehilangan tempat tinggal.

Salah seorang korban banjir, Mar, menjelaskan bahwa setiap tahun RW VIII di desa Katerban yang terletak di pinggir sungai direndam air. “Biasanya hanya selutut, namun kali ini satu atap.”

Kebutuhan makanan dan pengobatan untuk satu hingga dua minggu ke depan, menurut koordinator posko Brimob Kutoarjo “sudah dicukupi oleh dinas terkait.” Namun, yang masih dibutuhkan segera, menurut laporan itu, adalah “makanan suplemen untuk anak-anak, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur, kebutuhan khusus perempuan, pakaian dan perlengkapan tidur, perlengkapan sekolah anak-anak, dan sarana kesehatan pengungsi selama dan setelah banjir.”

Pastor Budhi Prayitno Pr menegaskan bahwa menurut rencana sejak 22 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014 PSE Kutoarjo akan menyediakan keperluan kaum perempuan dan balita, menyalurkan pakaian “luar dan dalam”  serta alat mandi atau higienis, keperluan anak sekolah, makanan tambahan untuk balita serta air mineral, dan memberikan pengobatan umum untuk 700 pasien.

Imam itu mengingatkan bahwa kondisi alam saat ini di wilayah itu belum bisa dipastikan, “bisa jadi lebih memprihatinkan.” Maka, lanjutnya, bantuan masih dibutuhkan.  Bantuan untuk para korban bisa disalurkan melalui Paroki Kutoarjo di Jalan Kliwonan 110 Kutoarjo atau dengan mengirimkan bantuan dana ke BCA Kutoarjo an. F. Lucia Arinia no. 234 0184 192.***

Foto oleh Antara

Tinggalkan Pesan