ben_thumb dari VERITASVOSLIBERABIT

Societas Verbi Divini (Serikat Sabda Allah, SVD) dan para imamnya jangan hanya bangga karena telah membangun karya misi yang banyak dan mengirim banyak misionaris ke luar negeri, karena masih ada tantangan untuk mengikuti semangat sang pendiri Arnoldus Janssen di masa lalu dan membawanya ke era abad 21.

Tokoh Katolik dan mantan Gubernur NTT,  Dokter Benediktus Mboi menekankan hal itu ketika menyampaikan pandangannya dalam Bedah Buku “Seratus Tahun Societas Verbi Divini (SVD) di Indonesia” edisi kedua yang ditulis oleh Pastor Eduardus Dosi SVD, pakar Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Sebaliknya, suami dari Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi itu mengajak para imam SVD untuk melakukan refleksi dan pembelajaran dalam beberapa aspek kehidupan seperti kejujuran dan kerendahan hati, integritas dan humanitas.

“Akan berbahaya jika sudah merasa diri berhasil dan mulai membanggakan diri,” tegas Ben Mboi di hadapan para imam, suster, tokoh agama dan umat di Aula Paroki Santo Yoseph Naikoten Kupang, NTT, 30 November 2013. Provinsial SVD Timor Pastor Simon Bata SVD hadir dalam acara itu.

Dokter tentara asal Manggarai Flores itu mengeritik sejumlah karya misi SVD di Indonesia terutama di NTT dan mendorong semangat dan peran para tokoh agama Katolik untuk melihat peran sosial Gereja terhadap situasi politik lokal dan nasional akhir-akhir ini.

“Sanggupkah para pastor mengubah kondisi sosial kemasyarakatan saat ini seperti Santo Arnoldus Janssen dan menjadi pastor-pastor dan Arnoldus Janssen abad ke-21?” tanya mantan Gubernur NTT dua periode sejak 1978 hingga 1988 itu.

Menurut Ben Mboi, tiga PR yang harus dikerjakan saat memperingati 100 tahun SVD di Indonesia adalah menganalisis kondisi kemasyarakatan selama 100 tahun sejak 1913 disandingkan dengan kondisi saat ini, mendesain program aksi bagi abad yang akan datang, dan mengadakan sosialisasi program aksi itu kepada pimpinan Gereja lokal dan umat agar ada kesatuan dan keselarasan antara kondisi ideal yang diharapkan dengan perbuatan.

“Apakah yang sudah dikerjakan SVD saat ini menjawab kerisauan Arnoldus Janssen saat itu?” tanya Ben Mboi yang kemudian dijawab sendiri dengan mengatakan bahwa semua yang dilakukan selama ini hanya bermotifkan keprihatinan pastoral terhadap kondisi agama dan Gereja serta semangatnya untuk membawa khabar gembira ke dunia ketiga yakni Asia, Afrika, dan Oseania.***

Foto diambil dari VERITASVOSLIBERABIT

Tinggalkan Pesan