DSCN2237

Paroki Gregorius Agung Kota Bumi, Tangerang, memiliki sekitar 7000 umat yang terdiri dari beragam suku. Suku-suku tersebut adalah kekayaan Gereja yang perlu dipupuk untuk persatuan dan kesatuan umat. Beragam suku itu harus disapa agar iman umat semakin bergerak.

Maka, Dewan Pastoral Paroki Kota Bumi memutuskan merayakan Misa Inkulturasi dari daerah-daerah tertentu, sehingga “perbedaan bukan dipertentangkan melainkan menjadi sarana untuk meneguhkan iman kepada Yesus Kristus,” kata Pastor Ignatius Prasetyo Handoyo Wicaksono Pr.

Pastor Wicasono berbicara dalam khotbah Misa Inkulturasi Jawa bertema “Melalui Misa Inkulturasi Jawa semakin meneguhkan iman umat dalam semangat  kasih dan persaudaraan,” yang dirayakan di paroki itu tanggal 17 November 2013, dan dihadiri sekitar 3000 umat Katolik termasuk umat dari etnis Tionghoa, Batak, Flores Ambon, dan lain-lain.

Meski baru setahun silam ‘dibaptis’ sebagai paroki oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo, namun paroki itu telah melaksanakan Misa Inkulturasi Batak, Misa Inkulturasi Flores dan dan Misa Inkulturasi Tionghoa atau yang lebeh populer dengan Misa Imlek.

Dalam Misa Inkulturasi itu, paduan suara yang biasanya hanya diiringi organ hari itu diiringi dengan gamelan atau alat musik khas Jawa. Bahan-bahan persembahan juga dibawa ke depan altar berupa hiasan nasi tumpeng.

Umat yang berasal dari Jawa menghadiri Misa itu dengan pakaian khas Jawa, berupa topi, keris dan pakaian yang biasa dipakai upacara resmi.***

Tinggalkan Pesan