Aksi Natal

Bakti Sosial menjadi tanda bahwa selagi kita masih dianugerahi hidup, kita mengisi dengan setia kepada kehendak Allah untuk berbagi. Hal itu disampaikan oleh Kepala  Paroki Promasan Yogyakarta, Pastor Agustinus Ariawan Pr, pada perayaan Ekaristi dengan intensi untuk Bakti Sosial Panitia Natal Nasional 2013 di Gua Maria Lourders Sendangsono, 17 November 2013.

“Ini menandakan bahwa Natal tidak hanya perayaan tetapi juga kesempatan berbagi kepada mereka, terutama mereka yang membutuhkan. Saya sangat terkesan aksi yang  dilakukan sebelum Natal itu. Bukan pada hari Natal saja atau setelah Natal,” kata Pastor Ariawan.

Panitia Bakti Sosial Natal Nasional 2013 yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan RI Purnomo Yusgiantoro memberikan bantuan sembako kepada sejumlah umat kurang mampu. Sebanyak 550 paket sembako dengan isi 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak goreng, dan mie instan dibagikan kepada masyarakat di sekitar paroki Promasan dan Gua Maria Lourdes Sendangsono.

Sebanyak 300 paket dibagikan secara gratis, sedangkan 250 paket dibagikan melalui pasar murah. Panitia juga memberikan bantuan pendidikan berupa alat-alat sekolah kepada TK Indriasana dan PAUD setempat. Seorang janda, Amadiarso, yang tinggal di dekat Stasi 4 Jalan Salib Gua Maria Sendangsono, mendapat bantuan perbaikan rumah karena dia tinggal dalam  rumah tak layak huni.

Paket sembako dan bantuan alat-alat sekolah diberikan secara simbolis kepada perwakilan masing-masing lingkungan dan siswa sekolah setelah perayaan Ekaristi. Sedangkan pemberian bantuan rumah pada seorang janda dilakukan beberapa saat sebelum perayaan Ekaristi yang disertai acara peletakan batu pertama rumah itu.

Pastor Ariawan mengajak umat agar di tengah tantangan hidup mereka tetap menjadi pembawa damai. “Itulah pesan Natal meneruskan tugas perutusan Yesus,” katanya di hadapan para panitia Natal Nasional 2013 dan sekitar 300 umat setempat.

Dengan adanya bakti sosial tersebut, Pastor Ariawan berharap umat yang menerima bantuan makin berdaya. “Tempat ini menjadi menarik, yang muda-muda tidak jadi pergi keluar kota karena tempat ini penuh berkah,” sambungnya.

Sementara itu, Purnomo Yusgiantoro menjelaskan bahwa Perayaan Natal Nasional selalu diadakan setiap tahun dan jatuh setiap tanggal 27 Desember. “Biasanya yang menjadi ketua panitia adalah para menteri secara bergantian,” katanya.

Sebelum acara puncak Natal pada 27 Desember, menurutnya, setiap menteri diberi tugas untuk melakukan bakti sosial. Sedangkan, bakti sosial yang dilakukan di bawah koordinasinya dijalankan di dua tempat yakni di daerah Sendangsono dan Dayeuhkolot, Jawa Barat, karena di sana sering terjadi musibah banjir. Sedangkan para menteri yang lain diberi tugas untuk melakukan bakti sosial di sekitar Gunung Sinabung, Toraja, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Umat di Promasan, jelas Pastor Ariawan, berjumlah 2701 jiwa. “Yang berumur 50 tahun ke atas sekitar 1200-an jiwa. Jadi banyak yang sepuh-sepuh dan tidak berdaya. 2000-an umat yang dewasa bermata pencaharian petani ladang. Maka tepat sekali di sini menjadi tempat bakti sosial,” katanya.***

Tinggalkan Pesan