Foto dari Reuters saat jenazah dibawa melwati kapel yang hancur ke pemakaman

Keluarga Dominikan Indonesia bekerja sama dengan doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) akan melakukan pelayanan medis di Filipina dengan tema “Hand in Hand for Humanity and Conquering Haiyan in Philippines” guna membantu para korban terjangan Topan Haiyan di Filipina.

Hingga 18 November 2013, menurut Pemerintah Filipina, topan itu telah menewaskan hampir 3.800 orang dan menyebabkan sedikitnya 1.200 lain hilang. Menurut Dewan Pengelolaan Pengurangan Risiko Bencana Alam Nasional Filipina (NDRRMC) hingga 16 November 2013 jumlah korban luka mencapai 12.501 orang dan sekitar 800.000 orang masih tinggal di pusat-pusat evakuasi. Sebanyak 2.182.312 keluarga atau sekitar 10 juta orang terkena dampak topan super itu, jelas NDRRMC.

Berkoordinasi dengan Keluarga Dominikan Filipina dan KBRI di Filipina, tim beranggotakan 15 orang, dengan 12 dokter di antaranya, akan berangkat tanggal 24 November 2013 dan tiba kembali di Jakarta tanggal 27 November 2013.

Menurut Siaran Pers yang dikeluarkan oleh doctorSHARE, pelayanan medis itu akan berlangsung di Propinsi Iloilo, yang termasuk satu dari 16 provinsi yang paling para dilanda topan itu. “Namun, penentuan lokasi pelayanan medis akan dilakukan bekerjasama dengan Keluarga Dominikan yang berbasis di wilayah tersebut,” tulis siaran pers yang dikeluarkan tanggal 16 November 2013.

Keluarga Dominikan adalah keluarga para imam, suster dan awam Dominikan (OP) di Indonesia sedangkan DoctorSHARE adalah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan medis dan bantuan kemanusiaan.

Koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis itu, Dokter Rita Naya Adikara Sp.PD dan Dokter Marselina Mieke Yashika Iskandar mengatakan, tujuan pelayanan medis itu adalah “memberikan bantuan kesehatan semaksimal mungkin pada para korban sehingga dapat meringankan beban mereka.”

Namun, selain pelayanan medis, jelas mereka, doctorSHARE juga akan menyalurkan aneka bantuan seperti pakaian layak pakai, selimut, sandal, jas hujan, makanan kering, dan sebagainya.

Menurut pengamatan doctorSHARE, bencana Topan Haiyan yang melanda Filipina bagian timur 8 November 2013 adalah bencana kemanusiaan dunia. Topan itu mengirim ombak laut dengan ketinggian hingga lima meter ke darat dan menyapu perumahan penduduk. Korban jiwa mencapai ribuan orang dan masih terus bertambah, belum termasuk mereka yang rumahnya hancur dan terkena penyakit.

Oleh karena itu, kata pendiri doctorSHARE, Dokter Lie A Dharmawan Ph.d, FICS, Sp.B, Sp.BTKV, doctorSHARE akan datang memberikan pelayanan medis di Filipina, karena “ini sesuai dengan visi doctorSHARE yaitu menyelamatkan nyawa dan meringankan penderitaan masyarakat yang terjebak dalam krisis sehingga mereka mampu bangkit dan kembali membangun kehidupannya.”

Website Order of Preachers (OP) di Filipina menulis bahwa beberapa saudara dan saudari Dominikan yang berada di daerah bencana itu juga terpengaruh oleh topan, misalnya Kongregasi Suster-Suster Dominikan dari Rosario Suci Filipina (Suster-Suster OP-Molo).

Menurut suster-suster Molo, sekolah mereka, Akademi Santo Martinus di Dumalag dan Akademi Bunda Kita dari Fatima di Dao, juga mengalami kerusakan. Memang, banjir membuat kesulitan untuk memasuki daerah-daerah itu. Para suster yang ditugaskan di daerah itu aman, meski harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dari situ mereka bisa mendapatkan berkomunikasi lewat telepon.

Namun, para suster masih juga mengunjungi sekolah-sekolah mereka yang lain, Sekolah Katolik Santa Anna di Balasan dan Akademi Eucharistic King di Sara. Mereka membawa makanan, obat-obatan, senter dan lilin, karena listrik baru akan pulih kembali mungkin dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Pastor Andreas Kurniawan OP mengatakan kepada PEN@ Indonesia bahwa Keluarga Dominikan Indonesia sedang berusaha dengan berbagai cara, termasuk lewat nomor rekening yang dibagikan oleh Halaman Facebook Gereja Katolik https://www.facebook.com/gerejakatolik untuk mengumpulkan dana bantuan bagi para korban topan itu.

Imam itu berharap agar semakin banyak orang mau berbagi dan mengirimkan bantuannya lewat rekeningnya serta rekening Suster Lusia Kusrini OP untuk diteruskan kepada para korban:

Rekening BCA

0871283965

an. Andreas Kurniawan

atau

Rekening Mandiri

KCP Jkt Berdharma

122-00-0536750-6

an. Sr. M. Lusia Kusrini OP

Pastor Andreas Kurniawan OP mengajak umat Katolik untuk bergandengan tangan menolong saudara kita yang menderita di sana. “Mereka tetap berani untuk berharap bahwa Tuhan Yesus selalu mengirimkan malaikat-malaikatnya untuk membantu mereka,” kata imam yang kini bertugas sebagai Co-Promotor Justice, Peace and Care of Creation (JPCC) Asia Pasifik periode 2010-2014.***

Foto diambil oleh John Javellan dari Reuters saat jenazah dibawa ke pemakaman oleh saudara-saudaranya melewati kapel yang hancur

Tinggalkan Pesan