IMG_8090 (2)

Semua uskup di Indonesia tengah mengikuti Sidang Tahunan KWI yang dilaksanakan di Jakarta tanggal 4-14 November 2013. Sidang ini diawali dengan hari studi tentang masalah politik dan kebangsaan serta narkoba.

Untuk memahami lebih jauh tentang narkoba, tanggal 5 November 2013, para uskup mendapat masukan tentang “Dekriminalisasi Penyalah Guna Narkotika dalam Konstruksi Hukum Positif” dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar, yang menekankan bahwa pecandu narkoba harus mendapat rehabilitasi bukan dipenjarakan.

Sedangkan untuk lebih jauh mengenal gerak di bidang politik yang dijalankan para awam, tanggal 9 November 2013, Sekretaris Jenderal KWI Mgr Johannes Pujasumarta dan Ketua Komisi Kerawam KWI Mgr Yustinus Hardjosusanto MSF datang berdialog dan sharing dengan lebih dari 50 calon DPR dan DPD beragama Katolik dari seluruh Indonesia yang sedang menjalankan retret nasional bertema Spiritualitas Kerasulan Politik di Wisma Samadi Klender, sejak tanggal 8 hingga 10 November 2013.

Joseph Theodorus Pati, mantan anggota DPR RI yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD dari daerah pemilihan Sulawesi Utara mengatakan kepada PEN@ Indonesia bahwa “kesediaan KWI untuk mengadakan retret bagi kami para calon DPR RI dan DPD RI, bahkan mau datang bertemu dengan kami untuk berdialog dan sharing adalah sesuatu yang luar biasa.”

Langkah maju  yang dipertontonkan para uskup atau hirarki itu di hadapan para calon itu, katanya, memperlihatkan bahwa KWI “sudah membuka ruang dialog, dan tidak lagi alergi dengan panggilan dan pengabdian awam di bidang politik, sehingga apa yang dulu tersumbat kini bisa langsung disampaikan kepada pimpinan KWI, atau kepada uskup di masing-masing wilayah keuskupan.”

Sidang tahunan KWI 2013 akan ditutup dengan Ekaristi Syukur di Paroki Kristus Raja Pejompongan, tanggal 14 November 2013, yang akan dihadiri oleh semua 35 uskup peserta sidang dan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi.***