Archbishop Mario Zenari

Sebuah mortir menghantam Kedutaan Vatikan di Damaskus, Suriah, di pagi hari tanggal 5 November 2013, meski tidak membuat seorang pun menjadi korban jiwa atau cedera.

Menurut Asia News, roket itu ditembakkan ke lantai tiga kedutaan di mana terletak kamar tidur dari Duta Vatikan Uskup Agung Mario Zenari, sekretarisnya Pastor Giorgio, dan para suster yang bekerja di kediaman itu.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, namun diyakini bahwa yang menjadi target adalah kedutaan itu karena tembakannya hanya satu.

Uskup Agung Zenari adalah salah satu dari beberapa diplomat yang tetap tinggal di Damaskus selama dua tahun perang saudara terakhir. Uskup agung itu terus menekan masyarakat internasional untuk melaksanakan konferensi perdamaian di Suriah, tanpa memberi hak veto kepada peserta.

Kedutaan Vatikan tidak berencana menutup atau memindahkan stafnya. “Kedutaan kepausan tidak pernah ditutup,” kata Pastor Giorgio kepada Asia News, seperti dikutip oleh Zenit.org. “Kami hanya akan sedikit berhati-hati.”

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Vatikan, Uskup Agung Zenari menjelaskan bahwa hanya sedikit kerusakan yang dialami, karena serangan mortir itu pukul 6:35 pagi, sebelum karyawan masuk kerja.

Ditambahkan, insiden seperti itu biasa terjadi di Suriah. Sabtu lalu, misalnya, biara para imam Fransiskan di Aleppo diserang oleh dua atau tiga roket yang menyebabkan kerusakan kecil di atap, tapi untungnya tidak menimbulkan korban. Hal yang sama terjadi di bagian lain kota tua Damaskus pekan lalu. Roket-roket berjatuhan dekat Kedutaan Vatikan pada kesempatan lain, yang menyebabkan warga, terutama anak-anak, melarikan diri.

Oleh karena itu, uskup agung itu menyerukan kepada masyarakat internasional dan teristimewa semua pihak yang terlibat konflik untuk mengakhiri konflik di Suriah, karena “rakyat semakin menderita setiap hari, setiap hari ada kematian, warga meninggalkan rumah mereka dan jumlah pengungsi serta orang terlantar meningkat.”***