P1150502

Warisan Mgr Albertus Soegijapranata SJ sangat banyak, mulai dari kepedulian begitu besar terhadap orang-orang miskin hingga usahanya mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. “Kita tidak hanya mengingat beliau, tetapi diajak meneruskan cita-cita beliau.”

Ketua Yayasan Sosial Soegijapranata Keuskupan Agung Semarang (YSS KAS) Pastor Alexius Dwiaryanto Pr berbicara dalam homili Misa untuk memperingati arwah semua orang beriman yang dirayakan di cungkup (bangunan makam) Mgr Albertus Seogijapranata, Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, 2 November 2013.

Misa itu dihadiri para karyawan dari YSS KAS, KAS, dan Komisi-Komisi KAS yang berkantor di Semarang dan sejumlah ormas Katolik.

Pastor Ari menegaskan, orang yang sudah berpulang ke rumah Tuhan tentu mewariskan hal-hal baik, “yang dapat menjadi pegangan dalam kehidupan manusia yang masih hidup di dunia, terlebih adalah nilai iman.”

Banyak orang yang telah menghadap Tuhan memberikan keteladanan kepada yang masih hidup di dunia, kata Pastor Ari seraya menjelaskan kiprah Mgr Soegijapranata, vikaris apostolik pribumi pertama. “Presiden Soekarno pun sangat menghargai perjuangan Mgr Soegia, baik sebagai uskup maupun sebagai tokoh nasional, yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata imam itu.

Mgr Soegijapranata adalah seorang Katolik, agama yang  disebarkan orang Belanda, bahkan pernah mengenyam pendidikan imam di negeri Belanda yang menjajah wilayah Nusantara. “Tetapi ketika sesama warga bangsa diinjak-injak dan diperlakukan tidak adil, Mgr Albertus Soegijapranata membela dengan gigih. Beliau tetap ada di pihak kita bukan di pihak penjajah,” kata Pastor Ari.

Yang sangat mengharukan, sambung Pastor Ari, ketika ibu kota negara Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta, “Mgr Albertus Soegijapranata juga memindahkan pusat keuskupannya ke Yogyakarta sebagai bentuk dukungan yang sangat istimewa kepada republik dalam usaha mempertahankan kemerdekaan.”

YSS KAS adalah salah satu yayasan yang mengabadikan nama Mgr Albertus Soegijapranata. “Maka apapun keadaannya, kita berharap YSS tidak dibubarkan karena inilah salah satu peninggalan dari semangat hidup Mgr Soegijapranata,” kata Pastor Ari dalam Misa yang diawali pembacaan daftar ujud untuk keselamatan orang-orang yang sudah meninggal yang didoakan dalam kesempatan itu.***