Flobamora

Empat pengusung arca dengan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa patung Bunda Maria setinggi dua setengah meter dalam perarakan dari kompleks paroki ke dalam gereja Santo Gregorius Agung Kota Bumi, Tangerang, dan mulailah Misa Inkulturasi dari Flores, Sumba, Timor, Alor dan Lembata (Flobamorata). Misa dengan tata perayaan dan nuansa lagu serta tarian khas NTT, yang dihadiri umat NTT dengan pakaian tenun khas mereka itu, dipimpin oleh kepala paroki Pastor Adrianus Andy Gunardi Pr, 20 Oktober 2013. ”Suku-suku yang ada di paroki sekiranya menjadi potensi untuk membangun Gereja yang berkualitas dan iman yang selalu bertumbuh,” harap imam itu dalam homili Misa bertema “Diutus untuk Mewartakan Kasih Allah.” Ketua Panitia, Inosensius Madur, mengatakan Misa inkulturasi Flobamorata itu mengedepankan semangat devosi Bunda Maria sebagai salah satu semangat yang melekat dalam diri orang Flores umumnya. “Semoga Misa dan acara ini menjadi pemacu semangat bagi suku-suku lain,” harapnya. Misa itu juga dihadiri umat Katolik dari suku Jawa, Batak, Kalimantan, Manado dan sebagainya. Setelah Misa, pengusung arca kembali mengusung patung Bunda Maria untuk dikembalikan ke Taman Doa.