Mgr Aloysius Sudarso SCJ

Dalam lawatannya ke Kupang, NTT, 22 Oktober 2013, Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ mencari seminaris dan frater dari NTT untuk disiapkan menjadi calon imam diosesan untuk bekerja di kebun anggur Tuhan di keuskupan yang dipimpinnya. Pencarian itu dilakukan dengan mengunjungi Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi dan Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui di Keuskupan Agung Kupang dan bertatap muka dengan para seminaris dan frater. Mgr Sudarso mengaku, “kondisi heterogen di wilayah keuskupannya sangat berpengaruh pada kondisi panggilan bagi kaum muda untuk bisa bekerja di ladang anggur Tuhan.” Benih panggilan di daerah NTT, menurut uskup, bertumbuh cukup subur karena banyak keluarga mengikhlaskan anaknya untuk menjadi calon imam. “Jumlah seminaris dan frater sangat banyak di sini bila dibanding dengan di daerah lain,” kata Mgr Sudarso. Seminari Tinggi Santo Mikhael, menurut praeses (pemimpin) seminari itu Pastor Herman Punda Panda Pr, memiliki frater terbanyak kedua di Indonesia setelah Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret Maumere di Flores. Dari lawatan itu, beberapa seminaris dan frater menyatakan kesediaan untuk melamar ke Keuskupan Agung Palembang. “Saya sangat bangga, karena di seminari menengah ada 15 orang siswa kelas III yang bersedia melamar ke Palembang, dan di seminari tinggi ada 5 orang sudah mencatatkan nama mereka, sementara yang lainnya menyusul,” kata Mgr Sudarso.