Helena

Setelah mengisahkan tentang hamba yang penuh kesetiaan melaksanakan tugas tanpa pamrih, Mgr Ignatius Suharyo mengingatkan bahwa iman tidak perlu selalu dikaitkan dengan hal yang hebat-hebat, karena “yang terpenting adalah melakukan pekerjaan sederhana.” Uskup Agung Jakarta menyampaikan khotbah Misa HUT ke-7 Paroki Santa Helena, Curug, Tangerang, 6 Oktober 2013, yang diikuti sekitar 3000 umat serta konselebran Kepala Paroki Pastor Bernadus Nono Juarno OSC serta pastor rekan Eduard Daeli OSC dan Gratianus Hermaipen OSC. Beriman membutuhkan ketekunan dan perjuangan panjang, lanjut uskup agung seraya menceritakan penderitaan Yesus saat menjalankan karya keselamatan Allah. “Bahkan ketika mengalami semacam krisis iman Yesus mengatakan, ‘Cawan ini biarlah berlalu dari pada-KU tapi bukan kehendak-KU melainkan kehendak Bapa,’” kata Mgr Suharyo. Kisah hidup Santa Helena juga diceritakan oleh uskup agung itu dan berharap orang kudus itu menjadi teladan iman umat paroki itu. “Ketika Santa Helena berusia 80 tahun, ia pergi ke Yerusalem dan menemukan salib yang dipakai untuk menyalib Yesus. Setelah menemukan salib itu, Helena mengalami perkembangan iman sangat luar biasa dan imannya terus maju dan bergerak,” cerita Mgr Suharyo. Dalam Misa itu dilantik 80 prodiakon paroki untuk pelayanan hingga 2016.***