GWB/LB: Arrive the White House

Paus Fransiskus bertemu dengan Ksatria Agung dari Knights of Columbus (Ksatria-Ksatria Columbus) tanggal 10 Oktober 2013, dan memberikan sambutannya kepada Dewan Direksi organisasi itu. Ksatria Columbus adalah organisasi persaudaraan sosial Katolik terbesar di dunia yang didirikan di Amerika Serikat tahun 1882. Nama organisasi itu diambil sebagai penghormatan kepada Christopher Columbus karena dedikasinya pada prinsip-prinsip Amal, Persatuan, Persaudaraan dan Patriotisme.

Dalam sambutannya, Paus Fransiskus mengingat visi pendiri Knights of Columbus, Venerabilis (Yang Mulia) Pastor Michael McGivney, dan meminta para Ksatria untuk “terus mencari cara-cara baru menjadi ragi Injil dan menjadi kekuatan demi pembaharuan spiritual masyarakat.”

Paus menyampaikan ucapan terima kasih “atas dukungan yang tak henti-hentinya Ordo kalian selalu berikan bagi karya-karya Tahta Suci.” Secara khusus, Paus memberi perhatian pada Vicarius Christi Fund dari para Ksatria, yang menyediakan bantuan bagi badan-badan amal pribadi Paus. Bapa Suci menggambarkan Vicarius Christi Fund itu sebagai “tanda indah dari solidaritas kalian terhadap Pengganti Petrus dalam kepeduliannya terhadap Gereja universal” . . . solidaritas yang “juga terlihat dalam doa-doa, pengorbanan dan karya Apostolik harian” dari Knights of Columbus di seluruh dunia.

“Saat Tahun Iman saat ini hendak berakhir,” kata Paus Fransiskus, “Secara khusus saya memuji kalian semua lewat perantaraan Santo Yoseph, pelindung Keluarga Kudus dari Nazaret, yang adalah model mengagumkan dari kebajikan-kebajikan berani, yakni kekuatan tenang, integritas dan kesetiaan yang menjadi komitmen Knights of Columbus untuk dilestarikan, dibudidayakan dan diteruskan kepada generasi mendatang para pria Katolik.

Menurut Wikipedia, Knights of Columbus yang sering disebut sebagai “tangan kanan Gereja yang perkasa” memiliki 1,7 juta anggota yang tersebar di 14.000 dewan cabang, dengan sekitar 200 dewan cabang di kampus-kampus universitas. Keanggotaan terbatas pada umat Katolik pria “yang masih taat pada imannya” yang berusia 18 tahun ke atas.***