Tabisan Imam Baru

Imam-imam harus bisa menjadi pekerja keras dalam menjalankan tugas perutusan, sehingga tidak boleh cepat puas dengan situasi normal-normal atau biasa-biasa saja. Mereka harus berani melakukan terobosan, berbuat lebih, dan menghadapi bahaya atau situasi sesulit apa pun. Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD mengatakan hal itu saat menahbiskan tiga imam diosesan Keuskupan Weetabula dan seorang imam Serikat Sabda Allah (SVD) di Gereja Katedral Weetabula, Sumba Barat Daya, NTT, 28 September 2013. “Beranilah melakukan terobosan-terobosan, karena hanya dengan demikian kita akan berhasil dan menjadi semakin dewasa dan mantap dalam menunaikan tugas perutusan,” kata Mgr Kheirubin Pareira di akhir homili. Keempat imam yang ditahbis itu adalah Pastor Tiburtius Plasidus Mari Pr dari Nangapenda, Ende Flores, Pastor Lukas Bolo Bili Pr dari Paroki Tana Mali Lamboya Sumba, Pastor Evalianus Riba Pr dari Pulau Palue, Sikka Flores, dan Pastor Marcelus Benediktus Bero SVD. Praeses Seminari Tinggi Santo Mikhael Kupang Pastor Herman Punda Panda juga hadir dalam tahbisan itu. Uskup Penahbis meminta para imam baru agar menjadi seperti Kristus, Sang Guru Ilahi, dalam menjalankan tugas imamat dan perutusanmu di tengah dunia.***