Mgr Pietro Parolin AP Photo Chitose Suzuki

Paus Fransiskus mengangkat Uskup Agung Pietro Parolin untuk menggantikan Kardinal Tarcisio Bertone sebagai Sekretaris Negara Tahta Suci. Sampai saat ini, Uskup Agung Parolin menjabat sebagai Duta Vatikan untuk Venezuela, demikian Radio Vatikan 31 Agustus 2013.

Dari tahun 2002 sampai 2009, Uskup Agung Pietro Parolin bertugas di Sekretariat Negara sebagai Wakil Sekretaris untuk Hubungan Luar Negeri. Uskup Agung Parolin berusia lima puluh delapan tahun dan telah menjadi imam sejak tahun 1980. Dia ditahbiskan uskup tahun 2009.

Ketika diangkat menjadi Sekretaris Negara Vatikan, Uskup Agung Parolin menyatakan terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan Bapa Suci. Kepada Paus Fransiskus, uskup agung itu menyatakan keinginannya untuk bekerja bersama dan dengan bimbingan Paus “demi kemuliaan Allah yang lebih besar, kebaikan Gereja Kudus, serta kemajuan dan perdamaian umat manusia, sehingga umat manusia menemukan alasan untuk hidup dan berharap.”

Meskipun demikian uskup agung itu merasakan tanggung jawab yang harus dipikulnya sangat berat. “Panggilan ini mengamanatkan saya sebuah misi yang sulit dan menantang. Kekuatanku kurang dan kemampuanku kecil. Maka, saya mempercayakan diri saya pada kasih Tuhan yang maharahim. Tidak ada sesuatu atau seseorang yang pernah bisa memisahkan saya dari Tuhan,” kata sekretaris negara yang baru itu seraya memohon doa dari semua orang.

Mgr Parolin mengenang keluarganya dan semua orang yang telah menjadi bagian hidupnya di paroki-paroki tempat dia dilahirkan dan melayani, Keuskupan Vicenza, Roma, Nigeria, Meksiko, dan Venezuela.

“Saya juga mengenang Paus Benediktus XVI, emeritus, yang menahbiskan saya sebagai uskup, Sekretariat Negara yang telah menjadi rumah saya selama bertahun-tahun, Yang Mulia Kardinal Tarcisio Bertone, superior-superior lain, kolega dan kolaborator serta seluruh Kuria Romawi, dan semua orang yang secara diplomatis mewakili Bapa Suci dan Tahta Suci di seluruh dunia. Saya berutang budi kepada kalian semua,” kata Uskup Agung Parolin.

Dijelaskan bahwa sebenarnya ada keraguan kuatir menerima pelayanan baru untuk Injil, Gereja dan Paus Fransiskus itu. “Tetapi saya juga menerimanya dengan kepercayaan dan ketenangan … karena sejak awal Bapa Suci meminta kami untuk berjalan, membangun dan percaya.”

Uskup agung itu memohon kepada Santa Perawan Maria dari Monte Berico, Guadalupe dan Coromoto agar diberikan keberanian untuk berjalan dalam hadirat Tuhan, bersama Salib Tuhan, untuk membangun Gereja dalam darah Tuhan yang tertumpah di kayu Salib,  dan untuk percaya akan satu kemuliaan: Kristus mati disalib. “Dengan cara ini, Gereja akan maju,” tegas Mgr Parolin.***