9500435977_9bc70fa0ef_b

Sehari sebelum pertandingan persahabatan di Stadion Olimpiade di Roma, 13 Agustus  2013, Paus Fransiskus menerima audiensi pemain sepak bola Italia dan Argentina di Aula Clementine dan berbicara dalam bahasa Italia dan Spanyol.

“Kalian sangat populer. Kalian menjadi panutan bukan hanya di lapangan tapi juga di luar.”  Maka, kata Paus, pentinglah “menjadi contoh kesetiaan, hormat dan mementingkan sesama.” Selain itu mereka diminta mempertahankan semangat “amatir” dalam olahraga yang menguntungkan masyarakat dan “membangun kebaikan bersama dimulai dengan nilai-nilai kemurahan hati, persahabatan dan keindahan.”

Paus meminta staf dua tim nasional itu untuk berupaya agar olahraga tidak jadi “bisnis besar” tapi melestarikan dimensi otentik dan manusiawi guna “menghilangkan bahaya diskriminasi” dan kekerasan stadion. Ketika  berbahasa Spanyol, Paus mengenang saat dia sebagai anak muda di Buenos Aires pergi menonton pertandingan sepak bola bersama keluarga.

Paus meminta para pemain untuk “menjalani olahraga sebagai hadiah dari Tuhan, sebuah kesempatan tidak hanya untuk meningkatkan bakat kalian tetapi juga tanggung jawab.” Paus juga kembali menegaskan bahwa atlet adalah contoh dan panutan, seraya mendorong mereka untuk “menjadi teladan kesetiaan, rasa hormat, dan tidak mementingkan diri sendiri.”

Paus menyatakan keyakinannya dalam semua kebaikan yang dapat dilakukan para pemain sepak bola itu, “terutama di kalangan kaum muda.” Paus mengakhiri sambutannya dengan berdoa agar para atlet akan terus dapat mengejar “panggilan mulia” olahraga, dan meminta mereka untuk juga berdoa baginya, “agar di lapangan permainan di mana Tuhan telah menempatkan saya, saya bisa permainan secara jujur ​​dan berani, demi kebaikan semua.”***