papa

Kunjungan yang diharapkan setiap orang dan tak bisa dibayangkan oleh siapa pun terjadi suatu pagi bisa di bulan Agustus, saat Negara Kota Vatikan tampak kosong. Hari kerja biasa baru saja dimulai di ‘zona industri” Vatikan di mana terdapat bengkel pertukangan, kilang pemanasan dan pompa hidrolik, gudang dan percetakan surat kabar, serta layanan lain yang mendukung negara kota itu, saat Paus Fransiskus tiba-tiba muncul di pintu dan dengan bersahaja mengatakan “selamat siang.”

Kepada para karyawan Paus bertanya tentang pekerjaan mereka, jumlah rekan kerja mereka dan apa yang mereka kerjakan. Lalu Paus menjabat tangan mereka. Orang-orang tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat. Mereka terkejut bahagia. Sebelum pergi, Paus mengucapkan selamat bekerja.

Peristiwa itu terjadi di hari Jumat pagi, 9 Agustus 2013, demikian L’Osservatore Romano, 10 Agustus 2013. Paus mengunjungi para pekerja di Negara Kota Vatikan, khususnya di daerah yang sejak tahun 1929 ditempati oleh perkantoran Surat Kabar Vatikan L’Osservatore Romano. Paus tiba pukul 9.00 lebih sedikit bersama Mgr Fabián Pedacchio Leaniz dengan menaiki mobil kecil berwarna hitam dan berplat nomor Italia.

Pertama-tama Paus mengunjungi bengkel pertukangan, berbicara dengan para pekerja di seputar bangku kerja mereka. Mata mereka terbelalak memandang Paus. Lalu Paus pergi ke pusat perbengkelan dan pemanasan yang ada di dekatnya . Di situ dengan penuh perhatian Paus mendengarkan cerita seorang pekerja yang bekerja shift pagi. Setelah menyalami tangan tiga pekerja lain yang muncul dari belakang turbin besar kilang pemanasan, Paus pindah ke pusat hidrolik yang jaraknya hanya beberapa langkah.

Paus yang segera dikelilingi oleh para teknisi langsung menjabat tangan semua orang dan menjawab “terima kasih” sambil tersenyum lebar. Bahkan wartawan dan para karyawan lain dari L’Osservatore Romano datang ke jendela untuk melihat Paus. Mereka terkejut dan bertepuk tangan saat Paus melambaikan tangan kepada mereka.

Kemudian Paus masuk ke mobil asistennya Sandro Mariotti yang mengantarkannya kembali ke Santa Marta. Peristiwa itu berlangsung kurang dari 20 menit; cepat tetapi cukup lama untuk langsung mengenal sendiri satu sudut yang nyaris tak terlihat namun penting dalam dunia Vatikan, yang sudah sejak tahun-tahun pertama masa kepausan Pius XI.

Peristiwa itu mengejutkan semua orang dan kami harus percaya bahwa itu bukan yang terakhir. (Mario Ponzi)***