v2-pope-getty

Vatikan telah menerbitkan pesan akhir Ramadan dari Paus Fransiskus untuk umat Muslim seluruh dunia. Tahun ini, umat Islam akan merayakan Idul Fitri tanggal 8 dan 9 Agustus 2013.

Biasanya, pesan itu dikeluarkan oleh Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama. Namun, di awal masa kepausannya, Paus Fransiskus mengatakan bahwa dia ingin secara pribadi mengirim pesan selamat itu kepada umat Islam di dunia saat mereka merayakan Idul Fitri.

Dalam pesan itu, Bapa Suci mengangkat tema untuk direfleksikan bersama “yang menjadi kepedulian bersama umat Muslim dan Kristen: Meningkatkan Saling Menghormati melalui Pendidikan.”

Rasa hormat adalah “proses” kebaikan bersama. Dengan mengatakan itu, Paus Fransiskus mengajak kaum Muslim dan Kristen untuk menghormati setiap orang “pertama-tama hidupnya, integritas fisiknya, martabatnya serta hak-hak yang berasal dari martabat itu, reputasinya, hartanya, identitas etnis dan budayanya, ide-idenya serta pilihan politiknya.”

Oleh karena itu, lanjut Paus, “kita dipanggil untuk berpikir, berbicara dan menulis dengan hormat tentang orang lain, tidak hanya di hadapannya, tapi selalu dan di mana-mana, seraya menghindari kritik atau pencemaran nama baik yang tidak adil. Keluarga-keluarga, sekolah-sekolah, ajaran agama dan semua bentuk media memiliki peran untuk mencapai tujuan ini.”

Paus menegaskan, kalau terjadi kerisauan antaragama, terutama di antara umat Kristen dan Muslim,  “kita dipanggil untuk menghormati agama sesama kita, ajaran-ajarannya, simbol-simbolnya, nilai-nilainya.” Secara khusus Paus meminta untuk secara khusus menghormati para pemimpin agama dan tempat-tempat ibadah. “Betapa menyakitkan serangan terhadap mereka,” kata Paus.

Paus juga mengatakan bahwa, “kita harus mendidik orang-orang muda kita (Muslim dan Kristen) untuk berpikir dan berbicara dengan hormat tentang agama-agama lain dan pengikut-pengikutnya, dan menghindari (hal-hal) yang mengejek atau merendahkan keyakinan dan pelaksanaan keyakinan mereka.”

Ketika menerima Korps Diplomatik yang terakreditasi untuk Tahta Suci tanggal 22 Maret 2013, Bapa Suci mengatakan: “Tidak mungkin untuk terjalin hubungan yang benar dengan Allah, kalau orang lain diabaikan.” Oleh karena itu, kata Paus Fransiskus, mengintensifkan dialog antaragama itu penting, “dan saya berpikir khususnya dialog dengan Islam.”

Saat Misa menandai awal pelayanan kepausannya, Paus sangat menghargai kehadiran begitu banyak pemimpin sipil dan agama dari dunia Islam. “Dengan kata-kata ini, saya ingin menekankan sekali lagi betapa pentingnya dialog dan kerjasama antarumat beragama, khususnya Kristen dan Muslim, dan kebutuhan untuk itu harus ditingkatkan.”

Paus berharap agar umat Islam dan Kristen “menjadi promotor sejati saling menghormati dan persahabatan, khususnya melalui pendidikan.”***