Father Aurelio

Para pemimpin agama di Bouar, Republik Afrika Tengah, mencanangkan 12 Agustus sebagai hari doa perdamaian. Negara ini mengalami situasi sulit karena koalisi pemberontak Seleka menurunkan Presiden François Bozizé dan pemimpin pemberontak Michel Djotodia berkuasa. Menurut catatan yang dikirim oleh misionaris Karmelit, Pastor Aurelio Gazzera, kepada Fides, prakarsa diambil dalam pertemuan pemimpin agama di Bouar, 19 Juli 2013. Pertemuan, yang dihadiri 31 wakil umat Katolik, Protestan dan Muslim, mempersiapkan pesan yang dibacakan di gereja-gereja Protestan dan Katolik, serta masjid. “Iman kita kepada Allah, baik orang Kristen maupun Muslim, menantang dan mendorong kita untuk mendengar jeritan kesakitan saudara-saudara kita yang selama beberapa bulan berada dalam suasana peperangan,” tulis pesan itu. “Tidak ada agama membolehkan kekerasan, pembunuhan, pencurian, penjarahan, pemerkosaan. Kami sangat mengutuknya. Kami mengajak semua orang untuk setia kepada Allah dan Hukum-Nya. Jika semua umat beragama menjalankan hukum Allah, tidak akan ada peperangan!” Pemberontak Seleka juga diminta mengakhiri “rangkaian panjang kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan.”